JawaPos Radar

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi

Oleh Sutopo Purwo Nugroho*

05/10/2018, 12:00 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi
Seorang petugas TNI melakukan penjagaan setiap SBPU di Kota Palu untuk menghindari penjarahan, Kamis (4/10). Antrean panjang warga terlihat di salah satu SPBU sejak kemarin. (NURHADI/FAJAR/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Setelah akses ke Sulawesi Tengah, terutama Palu, kembali dibuka, bantuan kini terus berdatangan. Ada yang berbentuk bahan pangan, pakaian, tenda, selimut, hingga genset dan alat berat. Ada yang dikirim lewat pesawat Hercules milik TNI, ada juga yang melalui kapal laut.

Misalnya, KM Bukit Siguntang yang bersandar di Pelabuhan Pantoloan membawa 28,5 ton logistik.

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (dok.JawaPos.com)

Ketika pesawat dan kapal keluar dari Palu, tentu tidak dalam keadaan kosong. Korban gempa yang ingin keluar dari Palu, ke Makassar misalnya, bisa diangkut. Rata-rata yang keluar dari Palu adalah warga pendatang. Setelah bantuan tiba di Palu, relawan mengelompokkannya. Semua dipusatkan di gudang bandara Palu dan gudang Pelabuhan Pantoloan. Selanjutnya, yang menjadi pekerjaan rumah adalah pembagian bantuan kepada korban. Relawan tentu memiliki data lokasi dan jumlah pengungsi.

Ada beberapa opsi untuk mengantarkan bantuan tersebut hingga titik-titik pengungsian. Opsi pertama adalah jalan darat. Setelah gempa dan tsunami, banyak akses terputus karena longsoran atau jalan yang rusak. Itu membuat jarak terasa semakin jauh.

Kini akses ke Palu-Donggala, Palu-Poso, dan Palu-Mamuju sudah terbuka. Itu menjadi kabar baik agar distribusi bantuan dan evakuasi korban bisa dilakukan.

Yang juga menggembirakan, kelangkaan BBM sedikit demi sedikit teratasi. Menurut data yang saya dapat, ada beberapa SPBU yang sudah aktif. Yakni, 6 SPBU di Kota Palu, 39 SPBU di Donggala-Sigi, serta 13 SPBU di Parigi Moutong dan Mamuju. Dukungan BBM itu ditambah dari empat tanker yang menuju Donggala.

Untuk tim yang melalui jalan darat, bantuan didistribusikan dengan truk dan bus DAMRI dengan dikawal petugas TNI-Polri. Pengamanan itu merupakan respons dari berita-berita tentang maraknya penjarahan. Kami ingin bantuan tersebut tepat sasaran, tidak berhenti karena ada penjarahan.

Namun, masih ada beberapa tempat yang tidak bisa dijangkau. Contohnya, di Sigi ada empat kecamatan yang masih terisolasi. Yakni, Lindu, Kolawi, Kolawi Selatan, dan Titikor. Untuk kasus seperti itu, distribusi menggunakan helikopter.

Masyarakat diperkenankan datang untuk mengambil bantuan. Namun, tim tidak akan sembarangan memberi. Harus ada keterangan jumlah dan lokasi serta dilampirkan bukti bahwa ada titik pengungsi yang belum terjangkau.

Tim tanggap bencana juga telah menyediakan tujuh dapur umum. Satu dapur umum bisa memasak 2.000 nasi bungkus untuk sekali kegiatan. Artinya, kalau tiga kali sehari, sudah ada 6.000 nasi bungkus. 

*) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

(Disarikan oleh Ferlynda Putri dari hasil paparan Sutopo Purwo Nugroho di FMB9/c11/oni)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 05/10/2018, 12:00 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 05/10/2018, 12:00 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 05/10/2018, 12:00 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 05/10/2018, 12:00 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 05/10/2018, 12:00 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 05/10/2018, 12:00 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 05/10/2018, 12:00 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up