Gelar Pelatihan, 60 Instruktur Siber Kemhan Dampingi Ibu-ibu Ini

04/12/2017, 23:32 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian Pertahanan Marsma TNI Yusuf Jauhari dalam sambutan menyebut pelatihan ini merupakan bentuk implementasi kemandirian wanita dengan memanfaatkan teknologi. (menhan dok)
Share this

JawaPos.com - Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan RI menggelar pelatihan penggunaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kemandirian wanita di Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (4/12).

Kegiatan ini merupakan salah satu program bidang Pendidikan Dharma Wanita Kemhan RI yang bertujuan dalam meningkatkan kemandirian wanita dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi.

Acara yang dihadiri oleh 72 anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan RI tersebut berbentuk pelatihan langsung atau bersifat praktis dimana para peserta didampingi oleh 60 instruktur atau pengawak Siber Kemenhan.

Adapun materi yang disampaikan berfokus pada penggunaan media sosial dalam berjualan (online shop), khususnya pada sosial media Facebook dan Instagram. 

Selain itu, para Pengawak Siber juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi yang membantu dalam mengasuh anak di era teknologi digital.

Para peserta juga di instalkan aplkasi "kakatu" yang merupakan sebuah aplikasi parenting yang memberikan fungsi  controlig dan filtering terhadap penggunaan smartphone.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian Pertahanan Marsma TNI Yusuf Jauhari dalam sambutan menyebut pelatihan ini merupakan bentuk implementasi kemandirian wanita dengan memanfaatkan teknologi.

“Kita harus menekankan teknologi informasi untuk meningkatkan kemandiran dan merupakan salah satu sarana dalam parenting control terhadap perkembangan teknologi, khususnya sosial media," ujarnya dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com, Senin (4/12).

Dikesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemhan Lia Hadiya Sumintaatmadja menyebut bahwa di era globalisasi seperti saat ini penting bagi seorang perempuan untuk bisa mandiri. 

“Perempuan, harus bisa mengembangkan kreativitas dan berinovasi melalui teknologi informasi. Tujuannya adalah untuk kemandirian perempuan," ujar Lia.

(dms/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi