JawaPos Radar

Media Asal Hongkong Sebut Jokowi ‘Pemenang’ Asian Games Sesungguhnya

03/09/2018, 19:44 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Media Asal Hongkong Sebut Jokowi ‘Pemenang’ Asian Games Sesungguhnya
Presiden Joko Widodo (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempita pesta olahraga Asian Games sudah berakhir. Namun, kemeriahan serta kejadian-kejadian emosional yang melingkupinya tidak lepas begitu saja dalam ingatan. Tentu, masih terngiang di kepala masyarakat seluruh Indonesia bahkan Asia saat Presiden Joko Widodo membuka upacara Asian Games 2018 lalu.

Jokowi datang menggunakan motor gede (moge) milik Paspampres supaya bisa hadir tepat waktu. Meski jalanan dipenuhi orang-orang yang hendak memasuki Gelora Bung Karno, Jokowi melaju motornya meliuk-liuk melewati gang sempit dan melompati mobil bak yang ada di depannya. Tentu dengan bantuan stuntman, yang juga menjadi buah bibir warganet.

Aksi ini pun menjadi sorotan media asal Hongkong, South China Morning Post. Media itu bahkan memberi judul bahwa pemenang dalam gelaran Asian Games yang sesungguhnya adalah Joko Widodo, yang telah secara resmi kembali mencalonkan diri sebagai Presiden tahun depan.

Media Asal Hongkong Sebut Jokowi ‘Pemenang’ Asian Games Sesungguhnya
Suasana penutupan Asian Games 2018 dengan pesta kembang api dan berbagai bintang tamu luar dan dalam negeri saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8/2018). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

"Upacara pembukaan yang spektakuler menjadi kampanye yang sukses untuk incumbent, terutama untuk menarik pemilih dari generasi millennial yang jumlahnya sangat signifikan,” tulis South China Morning Post, Minggu (2/9) mengutip Syamsuddin Haris, analis politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Di sisi lain, Haris mengatakan pertandingan demi pertandingan itu juga secara positif menyoroti perbedaan etnis dan agama di Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim di dunia dengan lebih dari 260 juta orang, sehingga lebih sulit untuk mengeksploitasi perpecahan tersebut selama kampanye.

"Orang-orang Indonesia melihat bagaimana para atlet berjuang untuk kemenangan, untuk medali emas, dan pemenangnya bukan hanya Muslim, tetapi juga keturunan Cina, Kristen, Hindu dan Budha," kata Haris.

Asian Games 2018 Tak Buat Prabowo ‘Kehabisan Oksigen’

Kendati Jokowi unggul mencuri perhatian, rivalnya, Prabowo Subianto juga tak kehabisan ‘oksigen’. South China Morning Post menulis sebagai Ketua Asosiasi Pencak Silat, Prabowo tampil di televisi nasional yang menunjukkan bahwa ia berhasil membawa ‘anak asuhnya’ di padepokan Pencak Silat menyabet 14 medali emas. Tentunya proses itu tak mudah untuk dilewati.

Bahkan dalam suatu momen peraih medali emas Hanifan Yudani Kusumah berhasil membuat Jokowi dan Prabowo ‘berpelukan’ dalam satu bendera merah putih. Momen ikonik itu tentunya menjadi buah bibir dan headline media nasional keesokan harinya.

“Pemuda Indonesia membentuk 35-40 persen pemilih dan akan memainkan peran "menentukan" dalam pemilihan presiden 2019,” kata Hugo Brennan, analis Asia di Verisk Maplecroft, konsultan risiko bisnis dan politik.

“Aksi sepeda motor Jokowi selama upacara pembukaan dibagikan secara luas di media sosial dan akan memoles 'kredibilitasnya yang keren' di antara konstituen penting ini,” katanya.

Kemenangan branding itu terjadi kurang dari sebulan setelah Joko Widodo secara tak terduga memilih seorang ulama konservatif, Ma'ruf Amin, sebagai pasangannya. Keputusan ini membuat kecewa pendukung moderat dan liberal, tetapi mungkin menetralkan kritik yang merusak bahwa ia tidak cukup Islami.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up