Antisipasi Hoax di Lokasi Bencana, ACT Siapkan Pusat Informasi

03/09/2018, 13:47 WIB | Editor: Ilham Safutra
Relawan ACT menunjukkan posko penanganan bencana bagi korban gempa di Lombok, NTB. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kehadiran relawan di tengah lokasi bencana harus bisa memberikan informasi yang akurat kepada korban. Jangan sampai kehadiran relawan di tengah korban membuat kondisi menjadi gusar akibat tersebarnya video dan foto hoax.

Menyikapi hal itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pusat Informasi untuk gempa bumi di Lombok dan Sumbawa (Information Center for Lombok and Sumbawa Earthquake). Pusat informasi itu sebagai tempat rujukan bagi media dalam mencari informasi terbaru tentang gempa Lombok. Informasi itu baik terkait program-program pemulihan pascabencana dan sebagainya.

Manajer Komunikasi ACT Lukman Aziz Kurniawan menyebut, untuk pemulihan gempa di Lombok, menurunkan relawan-relawan terbaik yang disebar di posko-posko pengungsian, sehingga data yang didapat adalah data yang valid dan langsung dari lapangan.

Lalu data itu dihimpun di pusat informasi yang lokasinya tidak hanya di Lombok saja, tetapi juga di Jakarta, dan 15 Kantor Cabang ACT lainnya di seluruh Indonesia. Pusat informasi itu selain menjadi sumber informasi bagi media, juga menjadi sumber informasi valid bagi Non-Governmental Organization (NGO) dan stakeholder lain.

"Dengan adanya Pusat Informasi untuk Gempa Lombok dan Sumbawa ini data yang kami miliki bisa menjadi rujukan media dalam pembuatan berita. Video dan foto-foto yang kita berikan pun berstandar jurnalistik. Kita juga berharap Pusat Informasi ini dapat melawan atau meminimalisir video maupun foto hoax yang mudah tersebar di masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (3/9).

Adapun pusat informasi di Lombok terdapat di Bandara Internasional Lombok, Kota Mataram yang berlokasi di sekitar Jalan Sriwijaya, dan Pelabuhan Lembar Lombok. Semua posko itu disertai dengan relawan yang siap memberikan informasi dan perkembangan kepada para pengunjung mengenai kondisi pascagempa.

“Khusus Pusat Informasi yang berada di Kota Mataram akan dilengkapi dengan fasilitas dan sarana lengkap yang setara dengan media center pada umumnya. Seperti akses mudah internet, perangkat penulisan pemberitaan, dan konferensi pers. Adapun relawan Pusat Informasi yang berada di bandara dan pelabuhan akan ditempatkan di alur kedatangan bandara dan pelabuhan,” tutur Azis.

Nantinya, informasi yang diperoleh dari tim yang berada di Mataram akan didistribusikan ke sejumlah lokasi Pusat Informasi lain yang berada di pelabuhan, bandara, Jakarta, maupun daerah-daerah lainnya.

"Fasilitas ini juga akan menginformasikan program-program ACT yang sedang berjalan seperti pembangunan Integrated Community Shelter, maupun program lainnya seperti Warung Wakaf dan Desa Wakaf,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi