JawaPos Radar

Hargai Karya Perajin, Beli Batik Tulis Jangan Ditawar!

02/10/2017, 10:07 WIB | Editor: Imam Solehudin
Hargai Karya Perajin, Beli Batik Tulis Jangan Ditawar!
Seorang ibu tengah memperagakan teknik membatik di Margo City, Depok, Jawa Barat. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Batik tulis selalu memesona di dunia fesyen. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan rumit, membuat harga batik tulis begitu tinggi. Tentu saja, satu meter kain batik bahkan bisa dibanderol hingga puluhan juta rupiah. Karena itu, masyarakat

Indonesia wajib bangga memakai batik tulis, bukan batik cetakan.

Pengajar Teknik Membatik di Museum Tekstil Sugeng Riadi menjelaskan proses membatik bahkan lebih rumit dari sekelas pelukis profesional.

Batik membutuhkan pengerjaan yang panjang hingga proses pewarnaan dan penyelesaian. Sedangkan melukis tentu hanya selesai di kain kanvas.

“Proses membatik resiko kesalahannya tinggi dibanding kanvas. Batik harus mencelup, harus menutup dengan warna. Pewarnaan celup ditutup dengan lilin dan lainnya. Bahkan lebih rumit dari melukis,” kata Sugeng dalam workshop membatik di Hotel Aston Marina, Minggu (1/10).

Sugeng menambahkan biasanya masyarakat yang sudah belajar membatik di museum tekstil akan lebih menghargai kain batiK. Karena mereka sudah mengetahui bagaimana sulitnya membatik satu kain saja membutuhkan waktu berbulan-bulan.

“Biasanya yang sudah belajar membatik, dia akan lebih menghargai. Makanya banyak masyarakat di museum tekstil bilang, kalau mau beli batik jangan nawar ya kalo beli batik, hargai prosesnya,” katanya tertawa.

Membatik terdiri dari berbagai pewarnaan, ada yang menggunakan pewarnaan kimia, ada pula yang menggunakan pewarnaan alami.

Pewarnaan alami biasanya lebih membuat batik terlihat berwarna kalem dan pastel, karena terdiri dari warna-warna tumbuhan kemudian direbusnya dengan ekstra.

“Kemudian dari tumbuh-tumbuhan misalnya indigo, daunnya harus dipotong. Diambil sebelum matahari terbit atau sebelum terbenam. Sulit sekali,” tutur Sugeng.

Sayangnya, kata Sugeng, kaderisasi para perajin batik saat ini semakin kurang. Generasi muda di wilayah sentra perajin batik kurang menyukai seni ini karena lebih dipengaruhi kemajuan global.

Batik cap dan batik tulis tentu berbeda harganya. Batik cap jauh lebih murah ketimbang batik tulis. Batik cap juga dapat lebih cepat proses pengerjaannya dibanding batik tulis.

“Batik cap pengerjaan lebih cepat 1 jam selesai. Kalau batik tulis butuh waktu 1-3 bulan. Dan batik cap itu lebih monoton dan lebih rapi. Kalau batik tulis lebih meliuk antara satu dan lain beda motifnya,” katanya.

Masyarakat yang ingin belajar membatik maka akan menemukan berbagai istilah dalam membatik. Berikut beberapa di antaranya:

Molani

Adalah tahapan membuat pola batik dengan menggunakan pensil.

Ngelowongi

Adalah istilah mencanting untuk menegaskan garis-garis besar pada kain.

Isen-isen

Adalah proses mewarnai kain bagian dalam.

Nerusi

Adalah proses lanjutan dari mencanting dengan menebalkan garis bagian belakang.

Bironi, Babar, dan Sogan

Adalah istilah-istilah dalam mewarnai batik dan mencelup. Hingga tahap akhir memberi warna hitam

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up