JawaPos Radar

Penutupan Bandara Lombok, Penumpang Telantar

02/08/2016, 06:09 WIB | Editor: Ilham Safutra
Penutupan Bandara Lombok, Penumpang Telantar
Aktivitas di Bandara Internasional Lombok (BIL) mulai sepi sejak ditutupnya sementara penerbangan akibat erupsi Gunung Baru Jari anak Gunung Rinjani,Senin kemarin (1/8). (Dalaah/Radar Lombok/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Aktifitas lapisan bumi dan gunung berapi sekitar Pulau Lombok dan Bali tampaknya sedang aktif. Hal tersebut sampai-sampai berdampak terhadap penutupan Bandara Internasional Lombok. Penyebab utama dari ditutupnya Bandara tersebut adalah aktifitas gunung rinjani yang mengganggu jalur penerbangan di wilayah tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hemi Pamuraharjo mengatakan, pemerintah memang memutuskan untuk menutup sementara bandara karena pengaruh Gunung Rinjani. Hal tersebut sudah disampaikan kepada otoritas bandara melalui Notam nomor  B4639/16.

"Jadwal awal, Bandara Internasional Lombok ditutup mulai 16.11 WITA hingga 20.15 WITA karena aktivitas vulkanik Gunung Rinjani. Namun, itu disesuaikan dengan kondisi lapangan," ujarnya di Jakarta kemarin (1/8).

Aktifitas tersebut diamati merupakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,7 SR dengan kedalaman 22 km di 63 km arah barat laut Kabupaten Dompu, NTB. Gempa yang terjadi pukul 07.40.01 WITA tersebut menyebabkan Gunung Rinjani dengan puncak Barujari meletus pada pukul 11.50 WITA.

"Adanya guncangan gempa menyebabkan tekanan dari dalam perut Gunung Rinjani sehingga menimbulkan letusan," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG, asap tersebut mengarah ke selatan pada pukul 11.50 WIB. Lalu berubah arah menuju Tenggara dan Barat Laut tepat ke Lombok Bagian Selatan pada 15.00 WIB. Sebaran abu vulkanik pun diakui berdampak cukup berat.

Sampai-sampai jadwal terakhir menyatakan bahwa Bandara Internasional Lombok terhitung baru akan dibuka Selasa (2/8) pukul 10.00 WITA.

Namun, dia meyakinkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Rinjani masih Normal. Secara visual, sudah tidak terlihat adanya kepulan asap di puncak kawah pada pukul 17.30 WIB. Juga, pidak ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Rinjani tak terdeteksi.

"Kami menghimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pendakian atau berkunjung di dalam radius 1,5 km dari kawah Gunung Rinjani," ungkapnya. 

Sementara itu, penumpang yang terdampak penutupan Bandara Internasional Lombok terpaksa menunggu kondisi penerbangan yang sangat bergantung cuaca itu. Mereka pun banyak yang terlantar. Jawa Pos salah satu yang merasakan langsung dampak penutupan itu. Keberangkatan ke Jakarta pukul 20.30 pun gagal.

Para penumpang berusaha meminta penjelasan dari petugas maskapai yang ada di tempat tersebut. Antrean pun mengular. Ada yang berjejer di loket 20,21, dan 22. Ada juga yang memenuhi customer service maskapai.

Sebagian penumpang ada yang menunda keberangkatan hari ini, membatalkan penerbangan, dan ada pula yang masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan. "Saya akan cek berkembangan besok (Hari ini) di bandara," jelas Falah Ibrahim, penumpang jurusan Bandung.

Mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung itu mengatakan, sejak pukul 13.00, dirinya sudah datang ke bandara. Saat itu, banyak pesawat yang delay.

Ketika pukul 16.00, pihak bandara mengumumkan bahwa penerbangan ditutup untuk sementara. Dia tidak langsung membatalkan penerbangan, tapi masih menunggu. Menurut dia, lebih aman jika menunggu dua sampai tiga hari lagi. Ia pun mencari hotel untuk menginap .

Hal yang sama dialami Abdul Jalil. Penumpang asal Garut itu juga hendak berangkat ke Bandung. "Saya habis dari Sumbawa mau ke Bandung," kata dia. Ia juga masih belum tahu kapan bisa melanjutkan perjalanan. (bil/lum)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up