alexametrics

Mantan Anggota Komisi I DPR Fayakhun Dituntut 10 Tahun Penjara

31 Oktober 2018, 20:44:12 WIB

JawaPos.com – Mantan anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi dituntut pidana 10 tahun penjara terkait penerimaan suap atas pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Fayakhun dinilai terbukti menerima duit suap senilai Rp 12 miliar dari Fahmi Darmawansyah, Direktur Utama PT Melati Technofo yang mengerjakan proyek tersebut.

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dengan pidana pengganti 6 bulan kurungan,” ucap jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan tuntutan Fayakhun di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

Dari tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai ada hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap Fayakhun.

kata jaksa, dari hal yang memberatkan, perbuatan Fayakhun dinilai telah mencederai fungsi legislatif dengan berperan aktif dalam penerimaan suap.

“Mencederai amanat dengan menerima suap pada saat melaksanakan tugasnya di Banggar DPR dan Komisi I DPR, tidak memberikan teladan yang baik,” jelasnya.

Sementara hal yang meringankan, Fayakhun dinilai bersikap sopan, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan mengembalikan uang Rp 2 miliar.

Diketahui, Fayakhun Andriadi didakwa menerima uang suap senilai USD 911.480,- atau setara Rp 12 miliar terkait pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Dia juga diduga mengupayakan agar ada penambahan alokasi anggaran untuk Bakamla pada APBN Perubahan tahun 2016.

Dari pengadaan proyek tersebut, Fayakhun mematok jatah untuknya sebesar 7 persen dari nilai proyek sebesar Rp 850 miliar. Fayakhun kemudian meminta anak buah Fahmi Darmawansyah, pemilik PT Merial Esa atau Melati Technofo pemenang proyek pengadaan alat satmon, bernama M Adami Okta merealisasi satu persen terlebih dahulu. Realisasi 1 persen pun dilakukan oleh Fahmi dalam beberapa tahap sehingga mencapai USD 911.480,-.

Atas perbuatannya Fayakhun didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a undang-undang nomor 31 tahun 1990 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : (ipp/JPC)

Mantan Anggota Komisi I DPR Fayakhun Dituntut 10 Tahun Penjara