JawaPos Radar

Usai Baku Tembak, Densus 88 Kepung Anak Buah Santoso di Gunung

31/10/2017, 15:38 WIB | Editor: Ilham Safutra
Teroris Bima, NTB
Kadiv Humas Mabes Irjen Setyo Wasisto (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih mengejar terduga teroris berinisial Iqbal dan Nandar yang melarikan diri pasca kontak senjata di Rotr Asakota, Bima, Nusa Tenggara Barat pada Senin (30/10) kemarin. Sementara dua terduga teroris lainnya berhasil dilumpuhkan petugas.

"Sampai sekarang tim Densus 88 Antiteror masih melakukan pengejaran," kata Kadiv Humas Mabes Irjen Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).

Setyo mengatakan, dua terduga teroris Amir alias Dance dan Yaman tewas dalam baku tembak dengan tim Densus 88 antiteror. Sementara dua teroris lainnya, Iqbal dan Nandar melarikan diri di sekitar kawasan Gunung Rotr Asakota. Tepatnya di Gunung Mawu Rite, perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Teroris
Ilustrasi Densus 88 Antiteror (M Ridwan/Jambi Ekspres/JawaPos.com)

Mereka diduga merupakan kelompok teroris Jamaah Ansoru Tauhid yang terkait dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau kelompok Santoso.

"Dua orang masih di sekitar gunung itu. Kemungkinan melarikan diri, karena (kawasan) itu daerah pegunungan. Mereka pasti bertahan hidup di situ," ungkap Setyo.

Lebih lanjut, mantan Wakabaintelkam Polri ini meminta Iqbal dan Nandar agar menyerahkan diri kepada Polisi. Jika menyerahkan diri tentu akan diperlakukan dengan baik.

"Kita harapkan mereka menyerah. Kemudian menyerahkan diri ke kepolisian setempat, pasti akan diperlakukan baik. Tapi kalau mereka melawan, apa boleh buat," jelas Setyo.

Sebelumnya terjadi kontak senjata antara teroris dan Densus 88 terjadi di Gunung Rite Asakota, Bima pada pukul 9.45 waktu setempat Senin (30/10). Tepatnya, di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi Kabupate Bima. Empat orang terduga teroris turut terlibat dalam kontak senjata yang terjadi.

Dari empat orang tersebut, Amir dan Yaman diketahui tewas. Sedangkan dua orang berhasil meloloskan diri, yakni Iqbal dan Nandar. "Dua target lainnya melarikan diri, dan masih dalam kejaran Densus 88," pungkas Setyo.

(cr5/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up