Pilpres 2019

Perdana Diperiksa Sebagai Tersangka, KPK Langsung Tahan Idrus Marham

31/08/2018, 21:20 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mantan Menteri sosial (Mensos) Idrus Marham resmi ditahan oleh Komisi Pemilihan Korupsi (KPK). Penahanan ini langsung dilakukan meskipun ia baru kali pertama menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. (Fedrik/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Mantan Menteri sosial (Mensos) Idrus Marham resmi ditahan oleh Komisi Pemilihan Korupsi (KPK). Penahanan ini langsung dilakukan meskipun ia baru kali pertama menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, penahan dilakukan karena bukti yang dimiliki oleh penyidik sudah cukup.

"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Berarti sudah ada minimal dua alat bukti yang cukup dan saya pikir, penahanan semakin cepat semakin baik," ungkapnya di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jumat (31/8).

Alex juga menyebut alasan penahanan selama 20 hari kedepan memang diproses secara cepat sesuai dengan KUHAP yang merupakan hak tersangka. 

"Syukur-syukur dalam dalam bulan kita bisa selesaikan berkasnya dan kita limpahkan ke pengadilan itu jauh lebih dibanding kita tunda-tunda," imbuhnya.

Saat disinggung soal alasan lain, Alex mengaku karena pihaknya ingin segera memeriksa aliran dana yang mengalir proyek PLTU Riau-1 kepada petinggi Golkar.

"Ya tentu saja (aliran dana ke petinggi Golkar) itu nanti akan dilihat oleh penyidik apakah keterangan yang terlibat di munaslub relevansinya dengan perkara yang ditangani," tuturnya.

Pemanggilan seseorang saksi sebut Alex bukan tanpa sebab, melainkan ada korelasi dari keterangan tersangka atau pihak lain yang semakin membuat saksi terkait  untuk dipanggil.

"Kalau manggil saksi tapi enggak ada relevansi, ya enggak ada gunanya juga," tukasnya. 

Terakhir, pimpinan KPK ini juga berharap agar mantan Sekjen Golkar ini bisa bersikap terbuka dan koperatif agar bisa membuka kasus ini seterang mungkin.

"Idrus sendiri diminta bersikap koperatif tentu berdasarkan alat bukti jika berkoperatif itu jauh lebih baik untuk Pak Idrus," tutupnya

Sebelumnya, KPK resmi menahan Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Mantan Ketum KNPI itu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.20 WIB mengenakan rompi oranye KPK bertuliskan Tahanan.

"Ditahan untuk 20 hari pertama di rutan (rumah tahanan) cabang KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Idrus ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 4 jam oleh penyidik lembaga antirasuah. Menanggapi penahanannya, Idrus mengaku akan mengikuti tahapan hukum yang akan dilakukan oleh KPK.

Bahkan, sejak awal Idrus mengaku sudah membuktikan dengan mundur dari jabatan mensos. "Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan-tahapan yang ada," pungkasnya.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi