JawaPos Radar

Pengacara Bantah Idrus Dijanjikan USD 1,5 Juta Dalam Suap PLTU Riau-1

31/08/2018, 20:09 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pengacara Bantah Idrus Dijanjikan USD 1,5 Juta Dalam Suap PLTU Riau-1
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham saat akan menjalani penahanan perdana kasus yang melilitnya, Jumat (31/8). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham langsung ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1, pada Jumat (31/8).

Atas penahanan tersebut, pengacara Idrus Marham, Samsul Huda pun membantah bahwa kliennya dijanjikan sebesar USD 1,5 juta dalam proyek PLTU Riau-1. "Nggak ada, janji itu sampai tidak ada," kata Samsul di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Bahkan Samsul mengklaim, kliennya belum pernah menerima aliran uang terkait proyek PLTU Riau-1 dari mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. "Nggak ada. Bang Idrus selama ini tidak pernah merasa menerima uang dari Eni. Kemudian juga (soal) janji, tidak pernah janji seperti yang selama ini diberitakan USD 1,5 juta," tegasnya.

Pada pemeriksan pertama sebagai tersangka, sambung Samsul, kliennya belum diperiksa soal adanya dugaan suap atau janji dalam salah satu proyek dalam program kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) itu. "Sepanjang yang saya tahu bahkan saya dampingi pertanyaan itu belum ada," ucapnya.

"Sehingga saya tidak bisa menyatakan itu benar atau tidak. Nanti kita tunggu pertanyaannya," pungkasnya. Untuk diketahui, Idrus Marham ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Idrus mendekam di rumah tahanan KPK selama 20 hari ke depan.

Sebelumnya, KPK resmi menahan Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.20 WIB mengenakan rompi oranye KPK.

"Ditahan untuk 20 hari pertama di rutan (rumah tahanan) cabang KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Idrus ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 4 jam oleh penyidik lembaga antirasuah. Menanggapi penahanannya, Idrus mengaku akan mengikuti tahapan hukum yang akan dilakukan oleh KPK.

Bahkan sejak awal Idrus mengaku sudah membuktikan dengan mundur dari jabatan mensos. "Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan-tahapan yang ada," ujarnya.

(rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up