Pemain Proyek Korupsi PLTU Riau-1 Gunakan Jasa IRT Sebagai 'Kurir'

31/08/2018, 10:41 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jubir KPK Febri Diansyah (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dari sejumlah saksi yang diperiksa penyidik KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pembangunan PLTU Riau 1, salah satunya ada nama Nur Faizah Ernawati. Hanya saja namanya tidak termasuk dalam daftar sebagaimana biasanya.

Begitu juga dengan identitas dan latar belakangnya Nur Faizah Ernawati, pihak KPK pun belum membukanya. Pemeriksaan kemarin (30/8) merupakan yang kedua kalinya bagi Nur Faizah Ernawati.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah hanya mengatakan bahwa saksi itu merupakan seorang ibu rumah tangga. Faizah tidak tercatat sebagai politikus, pengusaha, atau staf perusahaan seperti kebanyakan latar belakang saksi-saksi lain yang telah diperiksa KPK selama ini. Pemeriksaannya pada Selasa (28/8) tidak dimasukkan dalam daftar sebagaimana biasanya.

Idrus Marham salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU Riau-1. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Padahal, KPK menyebut Faizah merupakan saksi yang diduga menjadi perantara yang bertugas mengalirkan dana untuk salah satu tersangka penerima suap. Namun, belum jelas tersangka yang dimaksud KPK. Apakah merujuk pada Eni Maulani Saragih atau Idrus Marham. "Yang jelas, ada informasi dana dari salah satu tersangka yang diduga mengalir melalui saksi (Faizah)," kata Febri.

KPK terkesan menutup rapat identitas sosok Faizah. Ketika ditanya apakah Faizah merupakan kerabat mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, Febri belum mau memberikan komentar. Begitu pula soal apakah Faizah merupakan saksi kunci dalam kasus PLTU Riau 1, Febri pun belum mau menjawab. "Saya belum tahu," ujarnya.

Sejauh ini, berdasar penyidikan sementara KPK, Eni diduga menjadi "kurir" dalam perkara tersebut. Wakil ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar itu mengakui bahwa dirinya hanya petugas partai yang diperintah untuk mengawal proyek PLTU. Sebagian uang yang diterima dari pengusaha Johannes Kotjo disebut Eni disalurkan untuk kegiatan munaslub Partai Golkar 2017. 

(tyo/c6/tom)

Alur Cerita Berita

Berita Terkait

Rekomendasi