JawaPos Radar

Terkait Kasus PLTU Riau-1

Idrus Marham Pasrah Langsung Ditahan Usai Pemeriksaan Perdana

31/08/2018, 19:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Idrus Marham Pasrah Langsung Ditahan Usai Pemeriksaan Perdana
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham saat akan menjalani penahanan perdana kasus yang melilitnya, Jumat (31/8). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham pasrah ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahannya. Padahal Idrus baru pertama kali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

"Saya tahu setelah jadi saksi. (Kemudian) saksi jadi tersangka, pasti ada penahanan," kata Idrus di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Menurut Idrus, pada pemeriksaan pertama ini penyidik KPK belum memeriksa secara detail mengenai kasus dugaan suap PLTU Riau-1. "Ini merupakan pemeriksaan perdana saya sebagai tersangka dan itu biasanya adalah hal-hal umum," ucapnya.

Idrus Marham Pasrah Langsung Ditahan Usai Pemeriksaan Perdana
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham saat akan masuk ke dalam mobi tahanan, Jumat (31/8). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Dikonfirmasi soal dugaan keterlibatan Partai Golkar pada salah satu proyek dalam program kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) itu, orang dekat Setya Novanto itu pun mengelaknya.

"KPK tidak mungkin mengambil langkah yang tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang ada, yaitu yang selalu saya sampaikan, KPK punya logika hukum. Jangan kita melihat dalam logika sendiri, kita harus juga melihat dalam logika hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK resmi menahan Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.20 WIB mengenakan rompi oranye KPK.

"Ditahan untuk 20 hari pertama di rutan (rumah tahanan) cabang KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Idrus ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 4 jam oleh penyidik lembaga antirasuah. Menanggapi penahanannya, Idrus mengaku akan mengikuti tahapan hukum yang akan dilakukan oleh KPK.

Bahkan sejak awal Idrus mengaku sudah membuktikan dengan mundur dari jabatan mensos. "Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan-tahapan yang ada," ujarnya.

(rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up