Golkar Respons Keras Tudingan Eni Saragih Soal Aliran Dana ke Munaslub

31/08/2018, 18:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Eni Maulani Saragih kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, Rabu (29/8). Eni dikonfirmasi mengenai pertemuan dengan Idrus Marham, Sofyan Basyir, dan Johannes B Kotjo. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih mengungkapkan bahwa ada aliran dana sebesar Rp 2 miliar ke perhelatan Munaslub Partai Golkar tahun 2017 lalu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga terus menelusuri kebenaran informasi tersebut.

‎Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, partai berlogo pohon beringin ini telah mengeluarkan empat poin sikap terhadap tudingan Eni Saragih itu. Pertama, Ace memastikan, tidak benar pernyataan Eni Saragih tentang adanya dana yang dipergunakan untuk pembiayaan Munaslub 2017.

Ace mengaku sudah mengkonfirmasikan keterangan Eni itu kepada Ketua Organizing Committee (OC) Munaslub Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Ibnu Munzir. Keduanya menegaskan, tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun dari Eni Saragih untuk pembiayaan Munaslub 2017 silam.

"Pernyataan Eni Saragih merupakan pernyataan yang sifatnya sepihak, yang perlu pembuktian dan sama sekali tidak benar," ujar Ace kepada JawaPos.com, Jumat (31/8).

Kedua, Ace membantah pernyataan Eni bahwa ada sejumlah dana yang digunakan SC untuk katering dan sewa hotel. "Perlu kami tegaskan bahwa pembagian tugas kepanitiaan Munaslub, untuk penyediaan katering atau makanan peserta itu ditangani oleh panitia OC bukan SC," katanya.

"Tugas SC itu mengarahkan dan menyiapkan materi sidang, bukan menyiapkan katering dan sewa hotel," lanjutnya.

Ketiga, Ace menegaskan, Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto terus berupaya mewujudkan 'Golkar Bersih'. Oleh karena itu, setiap pembiayaan partai berasal dari sumber keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk ke rekening resmi Partai Golkar.

"Selain itu, Pak Airlangga selalu meminta kepada seluruh kader untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji termasuk korupsi," katanya.

Terakhir, kata Ace, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, tidak pernah menugaskan Eni Saragih untuk mencari sumber pendanaan yang melanggar undang-undang. "Cara-cara seperti itu justru kami hindari dan kami tentang. Itu tidak mencerminkan tagline yang kami usung yaitu 'Golkar Bersih'" pungkasnya.

Sekadar informasi, tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih mengaku adanya aliran dana senilai Rp 2 miliar ke Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Partai Golkar tahun lalu. Namun Eni Saragih enggan menjelaskan lebih lanjut terkait aliran duit tersebut. Ia mengatakan sudah mengatakan semuanya kepada penyidik KPK.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi