JawaPos Radar

Dalami Kasus Suap, KPK Usut Pertemuan Mendes dan Auditor BPK

31/08/2017, 17:16 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Dalami Kasus Suap, KPK Usut Pertemuan Mendes dan Auditor BPK
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo. (Derry Ridwansah/Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut dugaan adanya pertemuan antara Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo dan Sekjen Kemendes Anwar Sanusi dengan auditor utama Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri. 

Pertemuan itu dilakukan sebelum pemberian suap sebesar Rp 240 juta dari Inspektur Jendral Kemendes Sugito melalui stafnya, Jarot Budi Prabowo kepada auditor BPK Ali Sadli. 

"Nanti akan didalami lagi. Kita dalami dari hasil pemeriksaan di pengadilan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat ditemui di kantornya, Kamis (31/8). 

Menurut Agus, KPK akan mengembangkan setiap kasus yang ditangani. Termasuk, kasus dugaan suap terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang dilakukan pejabat Kemendes atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes PDTT TA 2016.

"Kasus itu kan pasti berkembang. Kita akan pantau, apa ada keterlibatan dari pihak lain atau nggak, kan gitu," ujar Agus.

Sebelumnya, dalam sidang, Rabu (30/8), staf Jarot, Igfirly menyampaikan bahwa pada 4 Mei 2017, Mendes Eko dan Sekjen Kemendes Anwar menyambangi kantor BPK untuk menemui auditor Rochmadi Saptogiri. Saat itu, dia dan Jarot ikut mendampingi keduanya. 

"Pada 4 Mei yang mengantar ke kantor BPK, waktu itu yang masuk Pak Sekjen dan Pak Menteri. Saya dan Pak Jarot membawa berkas saja Pak, saya yang bawa," kata Igfirly dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (30/8).

Dalam surat dakwaan Sugito dan Jarot disebutkan, pada 10 Mei 2017, Jarot membawa tas kain belanja berisi uang sejumlah Rp 200 juta untuk bertemu dengan Kepala Sub Auditorat III B.2 Auditorat Keuangan Negara (AKN) yang merangkap Pelaksana Tugas Kepala Auditorat III.B pada Auditor Utama Keuangan III BPK Ali Sadli di ruang kerjanya di lantai 4 Gedung BPK.

Jarot menyerahkan tas kain tersebut kepada Ali dengan menyampaikan "Ada titipan dari Pak Irjen, saudara Sugito".

Uang diterima Ali dan dimasukkan ke dalam lemari dan selanjutnya Ali meminta Choirul Anam membawa ke ruang kerja Rochmadi, yang kemudian Rochmadi memindahkannya ke brankas pribadi di ruang kerjanya. Setelah itu, Jarot kembali datang menemui Ali dan menyerahkan Rp 40 juta pada 26 Mei 2017. 

Igfirly bersaksi untuk Irjen Kemendes PDTT Sugito dan Kepala Bagian TU dan Keuangan Inspektorat Jenderal Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo. 

Mereka didakwa memberikan suap Rp 240 juta kepada auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri agar memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes PDTT TA 2016.

(put/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up