alexametrics

Besok Mulai Bekerja, Ini 4 Fokus Utama Tim Teknis Kasus Novel

31 Juli 2019, 15:14:05 WIB

JawaPos.com – Kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan memasuki babak baru. Terhitung 1 Agustus besok, tim teknis bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan mulai bekerja. Hari ini Surat Perintah (Sprint) Kapolri sudah diedarkan kepada 90 anggota yang tergabung dalam tim ini. Ada 4 fokus utama yang akan dikerjakan mereka.

“Besok tim sudah bekerja sesuai pembagian pelaksanaan tugas masing-masing. Sesuai komptensi, sesuai teknis, sesuai kemampuan,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Dedi menerangkan, kerja pertama dari tim teknis ini akan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan kepada Novel. Sebab, TKP selalu menjadi titik tolak dalam sebuah pembuktian peristiwa pidana. “Pengolaan TKP yang baik, didukung dengan pembuktian ilmiah tingkat pengungkapan itu bisa 60 persen,” imbuhnya.

Tim teknis juga akan mendalami kembali pemeriksaan kepada saksi-saksi yang berjumlah lebih dari 70 orang. Mereka nantinya akan digolongkan sesuai waktu, dan informasi yang diketahui tentang kasus ini. Dengan demikian petunjuk akan semakin mengkerucut.

Novel Baswedan. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Selain itu, CCTV di sekitar lokasi penyiraman juga akan didalami kembali. Dedi lantas membantah jika pekerjaan tim teknis hanya mengulang dari temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Menurutnya, tim teknis memiliki kemampuan lebih spesifik dibandingkan TPF.

“Tim itu akan fokus menganalisa puluhan CCTV baik di sekitar TKP, baik keterkaitan dengan TKP. Kemudian dikaitkan ada TKP pemeriksaan saksi, CCTV. Setiap petunjuk akan dirangkai,” jelasnya.

Sketsa wajah yang pernah dirilis oleh Polda Metro Jaya juga tak luput dari kerja tim teknis. Analisa dengan maksud mempertajam sketsa diharapkan bisa mendekatkan pada pelaku yang dicari. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri digandeng untuk urusan ini.

“Semakin sempurna wajah yang diduga sebagai pelaku akan semakin akurat INAFIS identifikasi dengan database Dukcapil,” ucap Dedi.

Dari sketsa wajah ini diharapkan bisa memberi petunjuk siapa pihak-pihak yang minimal mengetahui penyerangan ini. Atau akan semakin bagus apabila mengarah pada tersangka.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal (tengah) bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis (kedua kiri) dan Anggota TGPF Hendardi (kedua kanan) memberikan keterangan pers saat rilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Di sisi lain, lanjut Dedi, tim teknis sesuai Sprint Kapolri akan bekerja selama 6 bulan sengan opsi perpanjangan apabila dibutuhkan. Sementara itu terkait tenggat 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap dimaksilkan oleh tim untuk menyelesaikan kasus Novel.

“Pertimbangan durasi waktu memang begitu, kalau kurang perpanjang lagi. Artinya evaluasi setiap satu semester jelas. Kalau kurang dari itu (6 bulan), bagus,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Tim Pencari Fakta (TPF) menduga kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berkaitan dengan setidaknya 6 kasus high profile yang ditangani korban. Oleh karena itu TPF mendorong agar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk tim teknis guna mengungkap kasus ini.

Selain itu rekomendasi ini juga berdasarkan adanya fakta satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Novel pada 5 April 2017. Ditambah pada sehari sebelum peristiwa penyiraman ada dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan tempat Novel melaksanakan salat subuh saat penyerangan terjadi.

Dari temuan itu, TPF meminta Polri membentuk tim teknis untuk mendalami temuan tersebut. Pemrintaan itu pun diamini oleh Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis ditunjuk untuk memimpin tim ini.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads