alexametrics

Di Balik Sidang dengan Video Conference

31 Maret 2020, 17:17:03 WIB

JawaPos.com – Agenda sidang KPK mulai dilakukan melalui video conference kemarin (30/3). Salah satunya, sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa penerima suap terkait dengan impor bawang putih. Yakni, I Nyoman Dhamantra (politikus PDIP), Elviyanto, dan Mirawati Basri. Sidang tersebut dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Sidang tanpa temu tatap muka itu dilakukan sebagai bagian dari protokol mencegah persebaran Covid-19. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H. Laoly mendukung langkah tersebut.

Nyoman yang ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur dimunculkan di ruang sidang lewat sebuah layar. ”Terdakwa (Nyoman, Red) dibawa ke lantai 2 Gedung Merah Putih (KPK),” kata jaksa KPK Takdir Suhan.

Selain Nyoman, jaksa KPK melaksanakan sidang serupa untuk beberapa terdakwa di sejumlah pengadilan tipikor di daerah. Mulai di Bandar Lampung, Bandung, hingga Surabaya.

Selain KPK, arahan untuk melaksanakan sidang secara daring diberlakukan kepada penegak hukum lainnya. Mahkamah Agung (MA) memberikan izin kepada pengadilan untuk menyelenggarakan sidang lewat telekonferensi terhitung sejak 27 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.

Izin itu memperluas kewenangan majelis hakim yang sebelumnya diatur dalam surat edaran MA. Persidangan daring diizinkan, kecuali untuk persidangan perkara pidana. Perkara yang berkenaan dengan tahanan dengan masa penahanan yang tidak bisa diperpanjang juga perlu sidang langsung. Namun, dengan izin terbaru MA tersebut, sidang daring bisa diterapkan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/deb/c14/ayi

Saksikan video menarik berikut ini: