alexametrics

Pakai Slip Palsu, Kasir Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 2,3 M

31 Januari 2019, 06:30:37 WIB

JawaPos.com – Delapan bulan Rika Dwi Merdekawati alias Rika Binti Bachrum Hamid (28) cerdik menilap uang nasabah. Sebanyak Rp 2,3 miliar dana nasabah mengalir ke kantongnya.

Kecurangannya terbongkar saat BRI Unit Toddopuli tempatnya bekerja, memutasinya. Pembukuan yang dilakukannya selama ini, berbeda dengan penggantinya.

Melihat ada kejanggalan, BRI melaporkan Rika ke Polda Sulsel, 17 Januari 2019. Polisi bergerak cepat. Rika berhasil dicokok saat berada di lobi hotel Jalan Daeng Patompo, Sabtu, (26/1).

Posisinya di bank pelat merah memungkinkan Rika menilap dana nasabah. Dia bertugas sebagai teller alias kasir. Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 19 Agustus 1990 itu menjalankan aksi culasnya dengan dua modus. Salah satu modusnya dengan membedakan catatan transaksi yang masuk di sistem bank dengan bukti transaksi yang dipegang nasabah.

Rika mengambil dana nasabah dengan memalsukan tanda tangan pada slip penarikan. Dia kemudian menginput nominal sesuai slip palsu untuk menarik dana pada sistem BRINET milik BRI.

Slip penarikan itulah yang disimpan di kantor unit sebagai bukti kas penarikan tunai. Dana yang ditilap dari sistem lebih besar dari jumlah uang yang ditarik nasabah.

Modus kedua, pelaku mengambil seluruh dana nasabah yang melakukan penyetoran atau penarikan. Namun, pelaporan transaksi tidak diinput melalui BRINET. Dia justru memasukkannya pada program yang telah dibuat sendiri.

Program buatan Rika itu pula yang mencetak buku rekening nasabah sesuai nilai transaksinya. Misalnya, saat nasabah menyetor dana, pelaku membuat slip atau bukti penyetoran sesuai transaksi. Tetapi, laporan nominal transaksinya ke bank lebih kecil.

“Misalnya nasabah menyetor Rp 10 juta, dilaporkan Rp 5 juta. Tetapi nasabah tetap menerima slip penyetoran Rp 10 juta. Seolah-olah uang itu tidak diambil,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dikutip Fajar (Jawa Pos Grup), Kamis (31/1).

Selama menjalankan aksinya, Rika menilap dana 47 nasabah dengan 50 buku rekening. Berdasarkan interogasi penyidik, Rika mengaku menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang, membayar uang muka cicilan mobil, dua unit motor, membeli emas, dan membiayai satu proyek.

Dicky tak membeberkan proyek yang didanai Rika menggunakan uang nasabah. Menurutnya, penyidik masih melakukan pengembangan dengan memeriksa tersangka.

“Pastinya, Rika telah melakukan kegiatannya berkali-kali. Pihak bank mengetahui setelah melakukan pengecekan dan akhirnya mengetahui borok Rika,” kata Dicky.

Rika cukup leluasa menjalankan perampokan dana nasabah. Dia satu-satunya kasir di bank itu. Setelah aksinya diketahui, baru mengembalikan dana Rp 200 juta melalui supervisor.

Akibat perbuatannya, Rika diancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun, denda paling banyak Rp 200 miliar sesuai Undang-undang UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Kasus penilapan dana nasabah ini tidak berhenti dengan mengungkap borok Rika. Polisi justru baru memulai penyelidikannya. Diduga, Rika tidak menjalankan aksinya sendiri.

Polisi berharap bisa mengungkap aliran dananya. Jika terbukti, akan dikembangkan ke kasus dugaan pencucian uang dan akan menggunakan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian uang untuk menjerat pelaku.

Wakil Pimpinan Wilayah Bidang Operasional BRI Makassar, Aim Hakim, menjelaskan, oknum pegawai yang melakukan kecurangan telah dinonaktifkan. “Semua prosesnya telah kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” kata Aim.

Dia mengaku pihaknya akan bertanggung jawab terhadap nasabah yang dirugikan atas perbuatan mantan karyawannya.

“Namun, tetap kami verifikasi keluhan yang masuk. Yang jelas, nasabah terkait yang dirugikan jangan risau. Kerugian kami ganti,” jelasnya.

Aim menegaskan, pihaknya bakal mengambil langkah tegas apabila terjadi lagi kasus tersebut. Tindakan yang merugikan nasabah tidak akan ditoleransi.

“Nanti dipecatlah itu (oknum pegawai terkait),” katanya.

Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Amanlison Sembiring, mengatakan, terkait kasus oknum pegawai yang menggelapkan uang nasabah, pihaknya mendukung penuh aparat penegak hukum untuk memproses sesuai aturan yang berlaku.

Sudah masuk ranah pidana yang merugikan masyarakat. Harus disikapi tegas,” kata Amanlison.

Dia menyatakan, idealnya sumber daya manusia industri perbankan senantiasa menjunjung tinggi integritas dan memiliki kompetensi mumpuni dalam mengelola keuangan masyarakat.

“Kami menghormati dan mendukung proses hukum yang dilakukan sampai tuntas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, BI atau otoritas lainnya dapat memberikan teguran yang sesuai,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi



Close Ads
Pakai Slip Palsu, Kasir Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 2,3 M