JawaPos Radar

Kantongi Bukti Penyuapan, KPK Segera Tetapkan DPRD Sumut Tersangka

31/01/2018, 10:08 WIB | Editor: Kuswandi
Gatot Pujo Nugroho
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (kiri) dan istrinya, Evy Susanti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/2). (Putri Annisa/JawaPos.Com)
Share this image

JawaPos.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara kasus suap yang pernah membelit mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Hal ini karena, lembaga antirasuh tersebut telah menemukan banyak fakta hukum yang perlu untuk ditindaklanjuti. Di antaranya ihwal dugaan penerimaan uang yang diterima oleh anggota DPRD Sumut.

"Kalau dugaan penerimaan tentu pihak yang diduga menerima adalah personal-personal yang menjadi anggota DPRD. Bahwa ada pembicaraan pembicaraan di internal fraksi, di internal komisi itu adalah bagian dari rangkaian peristiwa yang harus kita dalami," terang juru bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa kemarin (30/01). 

Dalam rangka menindaklanjuti adanya temuan tersebut, sejauh ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Jika nanti ditemukan bukti permulaan yang cukup dan dapat ditingkatkan ke penyidikan, maka KPK segera menetapkan tersangka baru dalam kasus ini.

"Setelah kita cermati fakta persidangan ada cukup banyak fakta yang kuat yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Dan kami pandang kalau ada bukti yang kuat pihak lain juga diduga menerima tentu saja sesuai dengan prinsip keadilan," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim tim penyidik untuk memeriksa sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan ini terkait kasus suap yang pernah menyeret Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan tersebut akan digelar pada 29 Januari 2018 hingga 3 Februari 2018 bertempat di Mako Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Jalan Wahid Hasyim, Medan. Pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB setiap harinya.

Untuk diketahui, dalam kasus rasuah yang pernah melilitnya, mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebelumnya telah divonis empat tahun penjara. Ini  karena dia terbukti menyuap pimpinan dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 senilai Rp 61,8 miliar untuk pengesahan anggaran.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up