alexametrics

Syafri Ungkap Pertemuan Terakhir Dengan RA, Ini Pengakuannya

30 Desember 2018, 17:45:32 WIB

JawaPos.com – Laki-laki berusia 59 tahun yang disebut-sebut RA, 27 sudah memperkosanya empat kali dalam dua tahun, mulai angkat bicara. Dia merupakan anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan bernama Syafri Adnan Baharuddin (SAB). Pria dua anak tersebut tak lain merupakan mantan atasan RA di tempat kerjanya.

SAB angkat bicara atas pernyataan RA yang mengungkap bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual. Eks auditor BPK RI serta pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk WTO itu mengungkapkan pertemuan terakhir dengan RA.

Dia menuding, mantan asistennya kerap berbuat onar saat masih bekerja dengannya. Bahkan, tak jarang bekerja tidak profesional sebagai tenaga kontrak staf di Dewan BPJS TK.

Salah satu kasusnya pada tanggal 28 November lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu dirinya sedang dalam perjalanan menuju kantor dari sebuah acara peresmian Kantor Cabang Depok.

Setibanya di kantor, dia menanyakan RA soal paspor untuk disiapkan. Akan tetapi, kata dia, RA menjawab tak sepantasnya sebagai seorang asisten.

“Komunikasi terakhir langsung (dengan RA) waktu saya ke kantor untuk mengambil sesuatu yang sangat penting yaitu paspor. Karena saya harus General Check Up ke Singapore. Tanpa pasport saya nggak bisa,” kata Syafri menceritakan komunikasi terakhir dengan RA di sebuah hotel, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/12)

“Nah, paspor ini diurus oleh yang bersangkutan (RA). Saya datang, saya tanya ‘di mana pasport saya?’. Namun, jawabannya itu barangkali tidak pantas dan tidak punya sopan santun. Dia jawab, ‘Loh, saya kan bukan sekretaris bapak, kenapa bapak tanya-tanya soal pasport?,” imbuh Syafri.

Syafri menilai sikap RA tak sopan. Lantas dia berpikir apakah dirinya sedang berhadapan dengan orang yang tidak normal saat itu.

“Ya, pada saat itu saya sangat marah. Saya bilang, ‘kalau anda bukan lagi sekretaris saya, anda (RA) keluar dari ruangan!,” tukas Syafri.

Setelah dari kejadian itu, dirinya mengaku tidak berkomunikasi apa pun dengan RA melalui pesan WhatsApp (WA). Terakhir kali dia menerima pesan dari RA meminta bayaran sebagai tim riset sejak Agustus sampai September.

“Dia meminta bayaran menjadi tim riset, saya kasih aja, karena waktu itu alasan sakit, itu pun saya dikira menyuap. Saya bicara apa adanya saja, biar clear,” kilahnya.

Sementara sebelumnya, seorang staf kontrak Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan membongkar tindak pelecehan seksual di tempatnya bekerja.

Tindakan tersebut mengarah kepada nama oknum anggota Dewan Pengawas BPJS TK dengan inisial SAB. Oleh oknum tersebut, RA mengaku mengakui pemerkosaan berlangsung dalam kurun waktu dua tahun. Tepatnya pada 2016-2018.

“Dalam periode April 2016-November 2018 saya menjadi korban empat kali pemerkosaan oleh oknum yang sama,” kata RA saat gelar jumpa persnya di Kantor SMRC, Jumat (28/12).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (wiw/JPC)

Syafri Ungkap Pertemuan Terakhir Dengan RA, Ini Pengakuannya