alexametrics

Diduga Memperkosa, Ini Alasan Syafri Mundur Dari Pengawas BPJS TK

30 Desember 2018, 17:10:54 WIB

JawaPos.com – Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (TK), Syafri Adnan Baharuddin, 59, membuat dia mundur dari jabatannya.

Dia menepis jika pengunduran dirinya sebagai pengakuan tindakan pemerkosaan seperti yang disampaikan mantan asistennya, RA, 27 saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Syafri berdalih, mundur dari jabatan anggota Dewan Pengawas BPJS TK hanya tidak ingin tempat dia bekerja dimasalahkan karena dugaan perbuatan pelecehan seksual yang dialamatkan padanya.

“Saya mundur bukan sebagai pembenaran bahwa saya mengakui. Hanya saja, saya ingin suasana kerja di BPJS Ketenagakerjaan tidak terganggu oleh masalah yang sama sekali tidak ada hubungan dengan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya saat memberikan keterangan pers di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Pria eks Auditor Utama BPK itu menyatakan pengunduran dirinya bukan sebagai pengakuan bersalah. Akan tetapi, demi menjaga kondusivitas iklim kinerja Dewan Pengawas BPJS TK.

“Perlu ditegaskan. Jadi, bukan berarti saya mengaku saya bersalah. Tidak. Tidak akan pernah itu. Tidak akan pernah!. Kalau saya merasa bersalah, untuk apa saya melaporkan masalah ini ke proses hukum,” serunya.

Atas dasar itu, Syafri dan kuasa hukumnya, Memed Adiwinata akan melaporkan RA bersama Ade Armando yang mendampingi korban ke pihak kepolisian. Dia menilai, pernyataan yang disampaikan RA dan Ade Armando saat konferensi pers itu termasuk menyebarluaskan fitnah dan tuduhan tidak berdasar.

Syafri mengancam RA dan Ade Armando akan dilapisi polisi dalam waktu dekat. Dia akan melaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, dan penyalahgunaan elektronik yang diatur dalam UU ITE Pasal 45 ayat 1, 3 dan 4.

“Bersama dengan ini pun, saya menyatakan mundur, agar saya dapat fokus dalam upaya menegakkan keadilan melalui jalur hukum,” tegas Syafri.

Sebelumnya, seorang staf kontrak Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan membongkar tindak pelecehan seksual di tempatnya bekerja.

Tindakan tersebut mengarah kepada nama oknum anggota Dewan Pengawas BPJS TK dengan inisial SAB. Oleh oknum tersebut, RA mengaku mengakui pemerkosaan berlangsung dalam kurun waktu dua tahun. Tepatnya pada 2016-2018.

“Dalam periode April 2016-November 2018 saya menjadi korban empat kali pemerkosaan oleh oknum yang sama,” kata RA saat gelar jumpa persnya di Kantor SMRC, Jumat (28/12).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (wiw/JPC)



Close Ads
Diduga Memperkosa, Ini Alasan Syafri Mundur Dari Pengawas BPJS TK