alexametrics

Tuntut Rp 374 Miliar, Keluarga Korban Pelecehan Seksual di JIS Banding

30 November 2021, 09:20:29 WIB

JawaPos.com – Kasus kekerasan seksual guru di Jakarta International School (JIS) memasuki babak baru. Theresia Pipit Widowati selaku penggugat dari keluarga korban mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, karena tidak puas dengan putusan hakim.

Salah satunya, soal kerugian materil yang dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu 4 Agustus 2021. Tim pengacara penggugat, Rusdin Ismail mengatakan, kerugian materil yang dikabulkan hakim sangat mencederai rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Majelis hakim sama sekali tidak memberikan perlindungan terhadap seorang anak, korban kejahatan seksual yang terjadi di JIS,” ujar Rusdin dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (30/11).

Selain itu, Rusdin juga menuturkan, pihaknya melihat majelis hakim tidak melakukan terobosan hukum dalam memutus kerugian materil dan immateril dalam kejahatan anak. Padahal banyak yurisprudensi yang bisa dipakai sebagai instrumen hukum dalam perkaran kejahatan anak.

“Hakim terlalu sempit memaknai kasus ini dan tidak menggali lebih dalam sebelum memutus perkara. Putusan hakim tak sebanding dengan luka yang dialami oleh keluarga korban,” kata Rusdin.

Menurutnya, hakim sebagai penegak hukum wajib menggali dan memahami nilai nilai hukum yang ada dimasyarakat. Artinya, putusan hakim tidak hanya berpaku pada pasal 1370, 1371, dan 1372 KUHPerdata dalam memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini: