alexametrics

Ahli Duga Keuangan ASABRI dari Iuran Anggota TNI dan Polri

30 November 2021, 05:15:14 WIB

“Intinya adalah harus mengikuti pedoman dalam melakukan investigasi termasuk perhitungan-perhitungannya. Jadi tidak bisa hanya dihitung dengan cara yang sebebas mungkin BPK. Harus mengikuti pedoman yang ada,” tegas Dwi.

Terkait dugaan korupsi yang disebabkan pembelian saham, lanjut Danial, hal ini diduga terdapat kesalahan pada administrasi jajaran Direksi PT. ASABRI. Seharusnya sebelum melakukan pembelian saham, terlebih dahulu harus melakukan analisis teknikal dan fundamental.

“Sahamnya masih dipegang ASABRI, reksadananya masih dipegang ASABRI dan belum dijual. Jadi belum timbul kerugiannya. Karena suatu saat baik saham maupun reksadana bisa naik sahamnya,” tandas Dwi.

Dalam perkaranya, delapan terdakwa ASABRI didakwa merugikan negara senilai Rp 22,7 triliun. Jaksa mendakwa, Adam Damiri beserta terdakwa lainnya telah menerima hadiah dari perusahaan yang bekerja sama dengan PT ASABRI. Mereka didakwa mendapat keuntungan dan fasilitas lainnya.

Para terdakwa seolah-olah telah melakukan proses restrukturisasi pengelolaan investasi dalam bentuk penjualan saham dan reksadana menggunakan dana pengelolaan PT ASABRI. Perbuatannya diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 22,7 triliun.

Perusahaan pelat merah yang bergerak pada bidang asuransi sosial bagi prajurit TNI-Polri dan ASN ini mendapatkan pendanaan yang berasal dari dana program tbungan hari tua dan dana program akumulasi iuran pensiun.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads