JawaPos Radar | Iklan Jitu

Demonstrasi Tuntut Status PNS

Honorer K2 Lempari Aparat Keamanan dengan Botol Minum

Massa Tolak Temui Utusan Istana

30 Oktober 2018, 15:34:23 WIB | Editor: Estu Suryowati
Honorer K2 Lempari Aparat Keamanan dengan Botol Minum
Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) sat menggelar aksi demo di Jakarta, mereka menuntut pemerintah mengangkat mereka menjadi PNS. (dok. JPNN/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Demonstrasi honorer K2 menuntut kepastian kesejahteraan di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (30/10), berujung bentrok dengan aparat keamanan. Pasalnya, mereka terus memaksa dan merangsek masuk ke Istana Negara guna menemui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pihak istana sebetulnya telah mengirimkan perwakilan untuk menemui para demonstran, mendengar aspirasi mereka, untuk disampingnya ke Presiden Jokowi. Sayangnya, para demonstran menolak bertemu utusan istana.

Pantauan JawaPos.com, sejumlah massa memaksa masuk dari depan pintu Monas menuju ke Istana Negara. Namun upaya tersebut ditahan oleh aparat keamanan, gabungan dari TNI dan Polri.

Mereka saling bersenggolan, bentrok pun tak terelakan. Ribuan massa pun langsung melempar botol minum ke arah aparat keamanan.

Imbasnya, dua oknum massa yang diduga membuat kericuhan pun diamankan oleh pihak keamanan.

"Jangan lupa, Anda bisa jadi polisi karena jasa para guru," teriak salah satu demonstran ke aparat keamanan.

Dalam kesempatan itu, Said selaku pengurus pusat Forum Honorer K2 Indonesia menyebut, para demonstrasi tak akan pulang sebelum Jokowi turun bertemu para demonstran. Dia juga mengancam bakal tidur di halaman Istana Negara kalau sampai larut malam tuntutan mereka tak digubris.

"Kami ingin ketemu Jokowi. Kalau tidak, kami tidur di sini. Masa (Jokowi) ketemu (demonstan) kaki disemen aja cuma 10 orang mau," kata Said dalam orasinya.

Said menegaskan, mereka hanya butuh dua komitmen dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Pertama, kepastian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kami cuma butuh dua jawaban. Angkat honorer K2 dari Sabang sampai Marauke. Atau (kedua) tidak angkat karena masalah anggaran," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak istana juga telah mengirimkan perwakilan untuk menemui para demonstran. Namun, para demonstran menolak utusan dari istana tersebut.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up