alexametrics

EFY Petugas Rapid Test Lakukan Rekonstruksi, Korban Tidak Dihadirkan

30 September 2020, 18:43:46 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 32 adegan diperagakan saat rekonstruksi kasus pemerasan, penipuan, dan pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) petugas rapid test di Terminal 3, Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku EFY dihadirkan sementara korban LHI digantikan oleh peran pengganti. “Setelah berkoordinasi dengan P2TP2A, kita menghindari adanya kemungkinan korban kembali merasa menjadi korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko, seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group) Rabu (30/9).

Dalam rekontruksi ini, dimulai dari adegan korban LHI yang masuk ke kawasan Gate 5 Kedatangan, tepatnya area rapid test Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, korban LHI masuk ke area pengecekan di area tersebut. Selanjutnya, dilanjutkan dengan adegan keluarnya LHI dari area pengecekan rapid test. Dimana, mulai saat keluarnya korban dari area tersebut, diperlihatkan pelaku sudah mengikuti korban.

“Ada 32 adegan yang diperankan, keseluruhannya kita lakukan untuk memperkuat sangkaan pasal demi kebutuhan fakta di Pengadilan,” kata Alex.

Dalam rekontruksi tersebut, diketahui pelaku EFY melakukan aksi pidananya yakni dimulai dengan penipuan, yakni dengan menyebut hasil rapid test korban reaktif pada adegan 10. Lalu, saat korban pergi keluar dari area rapid test, pelaku mengikuti korban hingga ke pintu keberangkatan. Pelaku pun lantas mengajak korban ke area SMMILE yang ada di luar gedung, disitu lah pelaku melakukan aksinya.

“Disana dia melakukan transaksi pidana pemerasan dengan cara m-banking senilai Rp1,4 juta, lalu menarik korban ke area lebih gelap dan melakukan pelecehan terhadap korban LHI,” jelasnya.

Meski telah mendapatkan uang dan melakukan pelecehan kepada korban, EFY nyatanya masih saja mengikuti korban hingga naik ke lantai 2 menggunakan eskalator. Di lantai kereta layang, pelaku kembali melakukan aksi pelecehan pada adegan 19.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads