JawaPos Radar

Setya Novanto Menang, Pansus Angket KPK Makin di Atas Angin

30/09/2017, 05:55 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Setya Novanto
Ketua DPR Setya Novanto (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Permohonan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto terkabul. Pansus Angket DPR untuk KPK pun semakin di atas angin

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. Menurutnya, dengan adanya keputusan tersebut, semakin menguatkan apa yang telah dibongkar dan diungkapkan oleh Pansus selama ini, terkait pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga atirsuah itu.

"Pansus semakin di atas angin. Hakim kan telah membuktikan bahwa penetapan tersangka terhadap Setnov tidak sesuai prosedur dan membenarkan apa yang diungkap pansus selama ini," ujar Ujang di Jakarta, Jumat (29/9).

Hakim Cepi Iskandar
Hakim tunggal Cepi Iskandar membacakan hasil praperadilan yang memenangkan Setya Novanto. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Sebagaimana diketahui bahwa banyak temuan-temuan pansus selama masa kerjanya yang menjadi perhatian publik. Seperti isu rumah sekap dan adanya konflik internal di tubuh KPK.

Menurut Ujang, tidak menutup kemungkinan Novanto akan melakukan serangan balik terhadap KPK. Hal itu bisa saja terjadi, apalagi Ketua KPK Agus Rahardjo saat ini sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh kelompok tertentu.

"Kita sudah saksikan bersama bahwa beberapa waktu yang lalu, Ketua KPK sudah dilaporkan ke Kejagung dengan kasus yang sama dengan Setnov, yakni dugaan keterlibatan dalam proyek e-KTP," jelas Ujang.

Namun, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini mengimbau kepada Pansus Angket agar tetap bekerja secara profesional dan objektif.

"Meski posisinya sekarang di atas angin, Pansus harus tetap bekerja objektif dengan dan profesional, serta tekad dan tujuan menguatkan KPK," tegas Ujang.

Seperti diketahui, masa kerja Pansus Hak Angket KPK sudah diperpanjang melalui Sidang Paripurna DPR beberapa waktu yang lalu.

"Jadi, Pansus masih banyak waktu untuk bekerja, mengevaluasi dan memperbaiki KPK," katanya.

(cr2/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up