JawaPos Radar

Berbeda dengan Wakapolri

Kapolres Jaksel Sebut Pemukul Anak Menpora Belum Ditangkap

30/06/2018, 13:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kapolres Jaksel Sebut Pemukul Anak Menpora Belum Ditangkap
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian metro Jakarta Selatan masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pemukulan Ahmad Siroj Fadlulloh saat laga Persija melawan Persebaya di PTIK, Selasa (26/6) kemarin. Polisi masih mendalami tersangka.

"Pelaku belum diamankan. kita dalami dulu," ujar Kapolres Jakarta Salatn, Kombes Pol Indra Jafar saat dihubungi Jawapos.com, Sabtu (30/6).

Terlihat dalam sebuah video yang beredar, korban yang merupakan anak dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ini diminta keluar dari tribun penonton. Namun seiring korban berjalan keluar, pria yang menggunakan topi bewarna hijau tersbeut mengalami kekerasan oleh seorang suporter yang diduga The Jakmania.

Kapolres Jaksel Sebut Pemukul Anak Menpora Belum Ditangkap
Wakapolri Komjen Syafruddin. (Dok. JawaPos.com)

Korban mengalami pukulan keras yang mengarah bagian kiri kepala. Dalam sebuah video yang beredar berdurasi 23 detik tersebut, sempat terjadi kericuhan antara suporter dan pengawal anak korban.

Atas peristiwa tersebut, pihak korban pun melaporkan kejadian tersebut ke mapolres jaksel dengan nomor LP/1143/K/VI/2018/PMJ/Restro Jaksel. Namun menurut Indra Jafar, laporan tersebut bukan datang dari korban, melainkan hanya rombongannya yang saat itu mengamankan saat kejadian.

"Belum buat laporannya mas, kita baru info dan masih mempelajari. Ini baru laporan pihak yg masuk rombongan mereka dan yg korban belum secara resmi ke kita," tutupnya.

Sebelumnya, Polisi mengklaim telah menangkap oknum suporter Persija Jakarta yang diduga melakukan pemukulan terhadap putra Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi. Tidak butuh waktu lama buat polisi untuk mengantongi identitas pelaku sebelum meringkusnya.
"Sudah ditangkap. Tadi sudah dilaporkan kepada Menpora. Itu sudah diproses," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin saat berada di kantor INASGOC, Senayan, Jakarta, Jumat (29/6).

Untuk diketahui, pemukulan putra Imam tersebar setelah sebuah video berdurasi 23 detik beredar. Dalam video tersebut, tampak putra Imam diusir dari bangku penonton dalam laga Persija melawan Persebaya pada Selasa (26/6) kemarin.

Selain diusir, putra Imam juga mendapat bogem mentah dari salah seorang yang diduga suporter Persija.
Syafruddin yang merupakan dewan pembina Persija menyayangkan kejadian tersebut. Dengan tertangkapnya tersangka, Syafruddin meminta agar kasus itu tetap diproses secara hukum.

"Tak ada kaitannya status saya sebagai pembina dengan kasus pemukulan. Tidak ada kaitannya. Kriminal ya kriminal. Jangan digabung-gabung," katanya.

Menpora Imam Nahrawi langsung menempuh jalur hukum atas kekerasan yang dialami anak sulungnya tersebut. "Wajib diproses hukum karena bukti dan saksi sudah ada. Tunggu apa lagi," tegas Imam setelah kejadian.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up