alexametrics

Haris Azhar Nilai Menkumham Terlalu Membela Pembunuh Wartawan

30 Januari 2019, 15:38:02 WIB

JawaPos.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly enggan meninjau ulang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara. Desakan peninjauan kembali ini terkait pemberian remisi terhadap I Nyoman Susmara, pelaku pembunuhan waratawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangsa.

Menanggapi hal ini, Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menilai, sikap Yasonna telalu membela pelaku pembunuhan. Seharusnya pemerintah dapat menjelaskan alasan pemberian remisi tersebut.

“Sikap Menkumham menggambarkan kooperatif terhadap penjahat,” kata Haris kepada JawaPos.com, Rabu (30/1).

Haris berharap, tim advokasi Prabangsa yang digerakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dapat melakukan gugatan atas Keppres Nomor 29 Tahun 2018. “Saran saya, organisasi jurnalis segera menggugat ke PTUN terkait putusan remisi tersebut, karena sudah jelas bahwa Menkumham tidak transparan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Haris memandang bahwa negara pro terhadap pelaku pembunuhan. Maka secara langsung melakukan pelanggaran HAM.

“Jika negara tidak melakukan penegakan hukum, maka negara yang melakukan pelanggaran HAM,” pungkasnya.

Sebelumnya, remisi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa tak henti menuai protes. Massa mendesak Jokowi mencabut Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara. Diketahui melalui Keppres tersebutlah Susrama mendapat keringanan hukuman, bersama 114 narapidana lainnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Haris Azhar Nilai Menkumham Terlalu Membela Pembunuh Wartawan