alexametrics

Melawan Saat Ditangkap, Residivis Ditembak Mati

29 Desember 2017, 00:05:47 WIB

JawaPos.com – Unit IV Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel akhirnya menangkap salah seorang residivis di Palembang yakni, Hasbi, 29. Bahkan, anggota kepolisian harus menembak mati pria pelaku sejumlah pencurian di Palembang itu lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap.

Berdasarkan informasi, Hasbi yang tercatat sebagai warga Jalan DI Panjaitan Lorong Hoktong, Gang Pertemuan, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang ini telah beraksi sejak tiga tahun terakhir dan menjadi target operasi (TO) Polresta Palembang.

Hasbi ini setidaknya sudah dua kali hendak ditangkap pihak kepolisian, namun berhasil melarikan diri. Dimana pertama dua tahun lalu ketika hendak ditangkap di rumahnya tapi berhasil kabur. Kemudian, pada Oktober lalu, ketika ingin ditangkap di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur II, Hasbi juga kembali berhasil kabur. Akhirnya, Kamis (28/12) pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka.

Ditembak Mati
Tersangka sewaktu dimasukkan mobil ambulance (Alwi Alim/JawaPos.com)

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan Hasbi ini terlibat laporan pencurian di 12 TKP yang berbeda, dimana enam laporan tercatat di Polresta Palembang, dua laporan di Polsek Seberang Ulu (SU) I, satu laporan di Polres Ogan Ilir (OI), satu di Polsek Plaju serta TKP lainnya masih dalam penyelidikan.

“Tersangka ini tergolong sadis setiap melakukan aksinya, bahkan tidak segan melukai korban jika melawan saat dirampasnya,” katanya saat pers rilis di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kamis (28/12).

Zulkarnain menerangkan saat Hasbi diringkus, yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api rakitan (Senpi) ke dada Kanit IV Subdit Jatanras Kompol Zainuri.

Beruntung anggota memakai rompi anti peluru sehingga tidak terluka. Melihat perlawanan tersebut, Zainuri mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak balik tersangka hingga akhirnya peluru bersarang di dada tersangka.

“Setelah ditembak tersangka pun akhirnya roboh dan napas pun berhenti,” terangnya.

Tindakan tegas yang diambil ini, sambung Zulkarnain, sesuai dengan intruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk para pelaku kejahatan yang meresahkan warga dan membahayakan petugas kepolisian. Jadi, tidak ada yang menyalahi aturan dalam tembakan tersebut.

Kapolda menambahkan, untuk Barang Bukti (BB) yang disita yakni sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, 17 amunisi aktif caliber 9 milimeter, satu selongsong peluru, serta satu kunci T yang digunakan untuk mencuri.

“Kedepan kami akan sikat siapapun pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) serta bandar narkoba yang menjual berkilo-kilo,” tegasnya.

Editor : admin

Reporter : (lim/JPC)

Melawan Saat Ditangkap, Residivis Ditembak Mati