alexametrics

Jaksa Masih Pelajari Vonis Seumur Hidup 6 Terdakwa Korupsi Jiwasraya

29 Oktober 2020, 11:03:39 WIB

JawaPos.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bima Suprayoga mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang memvonis enam terdakwa perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya dengan pidana penjara seumur hidup.

Enam terdakwa perkara Jiwasraya yang telah divonis adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Tiga mantan direksi Jiwasraya dan tiga pihak swasta itu terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama sebesar Rp 16,8 triliun.

“Kami mengapresiasi (voni tersebut, Red) dan masih mempelajari putusan Hakim,” kata Bima kepada JawaPos.com, Kamis (29/10).

Terhadap pihak-pihak yang merasa keberatan atas vonis hakim terhadap enam terdakwa Jiwasraya dia tak mempermasalahkan, jika para terdakwa menempuh upaya hukum banding. Karena hal itu merupakan hak setiap terdakwa.

Kendati demikian, Bima pun meminta pihak-pihak yang merasa keberatan harta bendanya turut disita dan dirampas oleh negara sebagaimana putusan hakim, seyogyanya dapat menghormati vonis tersebut. “Kami hormati keputusan Hakim, kan sidang sudah terbuka untuk umum,’’ tegas Bima.

Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain itu, Beny Tjokro dan Heru Hidayat juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya pun dibebankan untuk membayar uang pengganti, Benny diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 6.078.500.000.000,00 dan Heru Rp 10.728.783.335.000.

Benny dan Heru Hidayat juga divonis melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads