alexametrics

Antar Istri Bahar Bin Smith, Kronologi Penganiayaan Ojek Online

29 Oktober 2020, 18:32:23 WIB

JawaPos.com – Polda Jabar mengungkap penyebab Bahar bin Smith menganiaya ojek online di Bukit Cimanggu, Kota Bogor tahun 2018 lalu. Ternyata istri Bahar bin Smith pulang terlalu malam saat itu.

Bahar bin Smith kembali menjadi tersangka atas kasus penganiayaan terhadap supir taksi online. Polda Jabar menyebut, penganiayaan tersebut dipicu karena istri Habib Bahar yang pulang terlalu larut.

“Jadi itu dia menganiaya supir Grab, dimana istrinya itu pulang terlalu malam lah. Diantar supir Grab itu. Nah pelampiasannya disikat,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, seperti dikutip PojokBogor (Jawa Pos Group), Rabu (28/10).

Kombes Erdi mengatakan insiden penganiayaan itu terjadi tahun 2018 di Perumahan Bukit Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor. Atau di lokasi kediaman Habib Bahar di kawasan perumahan itu. Disinggung soal pemeriksaan terhadap Habib Bahar usai dijadikan tersangka, Kombes Erdi mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak lapas dan kejaksaan.

Sebab saat ini Habib Bahar masih mendekam di Lapas Gunung Sindur akibat kasus penganiayaan terhadap dua remaja. “Ini lagi koordinasi dengan kejaksaan,” katanya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar, menjelaskan kejadian dugaan penganiyaan yang menjerat Habib Bahar Smith jadi tersangka. Kasus itu terjadi sekira tahun 2018 lalu.

Kala itu, Habib Bahar menyelesaikan permasalahan tersebut di kediaman kerabatnya di Bogor bersama dengan pelapor bernama Andriansyah sekaligus yang mengklaim sebagai korban. “Jadi pada waktu 2018 Habib Bahar punya masalah dengan seseorang bernama Andriansyah di daerah Bogor. Terjadi cekcok. Karena Habib merasa ada gangguan keluarganya, terjadilah keributan,” kata Aziz Yanuar saat dihubungi, Rabu (28/10).

Andriansyah lantas memgklaim ada tindak pidana yang dilakukan Habib Bahar terhadap dirinya. “Terus Andrinsyah merasa ada tindak pidana, di situ dia melaporkan ke Polres Bogor,” ujar Aziz.

Kemudian kasus penganiayaan itu sampai ke telinga pihak kepolisian. Sehingga Andrinsyah diminta kepolisian untuk membuat laporan. “Itupun setelah diminta oleh pihak polisi untuk buat laporan. Artinya ribut itu sampai ke telinga kepolisian, melalui siapa saya kurang faham,” ungkapnya.

Bahar yang tengah menyelesaikan permasalahannya di pengadilan lantas meminta pihak-pihaknya menyelesaikan kasus tersebut dengan Andriansyah. Hingga akhirnya, terjadi kesepakatan damai kedua belah pihak dibarengi pencabutan laporan kepolisian.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads