JawaPos Radar

Jadi Tersangka, Tunjangan untuk Hakim Merry Dihentikan Sementara Waktu

29/08/2018, 21:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Jadi Tersangka, Tunjangan untuk Hakim Merry Dihentikan Sementara Waktu
Merry Purba membantah menerima uang suap SGD 150.000, Rabu (29/8). (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap hakim di PN Tipikor Medan, Hakim Adhoc PN Tipikor Medan Merry Purba dinonaktifkan dari jabatannya.

"Untuk Hakim Adhoc Merry Purba itu kami berhentikan sementara dulu, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tunjangan-tunjangannya tidak dibayar. Hanya gaji pokoknya sampai ada putusan yang tetap, langsung diberhentikan," ungkap Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Nonyudisial Sunarto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (29/8).

Tak hanya terhadap Merry, pemberhentian sementara itu juga dilakukan terhadap Helpandi yang merupakan panitera pengganti PN Medan. Pasalnya, dalam kasus itu, dia juga ditetapkan sebagai pihak penerima suap.

Sunarto juga menjelaskan, sebenarnya Mahkamah Agung (MA) sudah menurunkan tim dari badan pengawasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada para pimpinan pengadilan yang nakal dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, dia juga menyebut bahwa hakim dan panitera yang terjerat kasus suap dan kini tengah diproses KPK tak bisa langsung dicopot dari jabatannya begitu saja. Sebabnya, sudah ada pembinaan dan pengawasan.

Meski begitu, Sunarto menyayangkan karena meski ada pengawasan, namun tetap saja ada hakim yang nakal hingga akhirnya terjerat kasus hukum.

"Bagaimana lagi? Ini masalah karakter. Karakter yang kalau menurut saya dari pendekatan spiritual, kalau belum dapat hidayah Tuhan itu susah untuk berubah," ungkap Sunarto.

"MA menggunakan prinsip tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran. Kadang kami ngomong agak keras terpaksa, kami harus selesaikan urusan-urusan begini. Jangan sampai menjadi parasit dalam tubuh badan peradilan," tutupnya.

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up