JawaPos Radar

Ajak Warga Sobek Alquran, Lelaki ini Jadi Tersangka Penistaan Agama

29/08/2018, 19:08 WIB | Editor: Soejatmiko
Ajak Warga Sobek Alquran, Lelaki ini Jadi Tersangka Penistaan Agama
Tersangka Hamdani, 41, mengajak warga menyobek dan menginjak Al Qur'an (istimewa)
Share this image

JawaPos.com -- Diduga menganut aliran sesat, Hamdani, 41, seorang warga Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengajak sejumlah warga menginjak, menyobek, bahkan mengencingi Al Qur'an. Tentu saja warga yang mengetahui aksi itu tak tak tinggal diam.  Mereka melaporkannya ke Polsek Kateman.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Kateman langsung menindaklanjuti. Lalu menetapkan lelaki yang biasa dipanggi Suhu sebagai tersangka atas kasus penistaan agama. "Sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, AKBP Cristian Rony Putra, Rabu (29/8).

Selain menganut aliran sesat, tersangka juga diduga hendak menyebarkan pemahaman radikalismenya itu kepada warga sekitar. "Dari kecil sudah seperti itu pemahamannya. Tapi baru kali ini diajarkan," jelas Kapolres.

Tersangka ditangkap polisi di rumahnya, Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10 / RW. 001 Kelurahan Tagaraja, dan telah diamankan pada Senin sore (27/8).

Peristiwa itu berawal dari laporan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie, 62. "Saat itu pelapor mengaku mendapatkan telepon dari Ketua MUI Kateman, Hamdan Zainuddin, yang mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari salah seorang warga bernama Darmiatun yang disuruh seseorang untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi kitab suci Al-Quran," ujar Kapolres.

Mendapatkan informasi tersebut, Hamdan Zainuddin meminta Said untuk datang ke rumahnya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tagaraja. "Mendengar hal tersebut pelapor langsung bergegas menuju kediaman Hamdan," jelasnya.

Setibanya disana, Said meminta kepada Hamdan untuk dipertemukan dengan Darmiatun, 27, untuk mempertanyakan kebenaran informasi dugaan penistaan itu. "Saksi mengaku telah diperintahkan Hamdani untuk melakukan tindakan tidak terpuji itu," kata dia.

Namun, saat melakukan hal itu, Darmiatun tak hanya sendirian. Beberapa orang lainnya yaitu, Sinda Rajabri, 21, Trisulis Tio Rini, 30, dan Ardiansyah, 36, juga ikut melakukannya.

Pengakuannya, mereka terpaksa melakukan penistaan terhadap kitab suci orang Islam sebab dipaksa dan merasa takut dengan pelaku. Perbuatan itu mereka lakukan di rumah kontrakan Kamaruddin, Jalan Tunas Harapan.

''Berdasarkan keterangan saksi, mereka diminta menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al-Quran oleh pelaku sebanyak dua kali," ujar Kapolres.

Setelah para saksi selesai melakukan perintah pelaku, barulah pelaku juga melakukan hal serupa. "Saat ini pelaku beserta saksi-saksi masih dilakukan pemeriksaan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan pada kesempatan pertama," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up