alexametrics

Penghancuran Barang Bukti Jokdri Tak Terkait Pengaturan Skor

29 Mei 2019, 17:39:37 WIB

JawaPos.com – Tim kuasa hukum Joko Driyono menyebut dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (28/5), terungkap banyak fakta. Mereka menyebut dalam kesaksian dari Satgas Antimafia sepak bola, terungkap kalau barang bukti yang dituduhkan ke Jokdri tak terkait kasus pengaturan skor.

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum Jokdri memang sempat mempertanyakan saksi yang hadir. Salah satu yang ditegaskan adalah soal terdakwa memerintahkan perusakan barang bukti, terkait dengan ditemukannya mesin penghancur kertas di dalam PT Liga Indonesia.

Akan tetapi, menurut anggota kuasa hukum Jokdri, Mustofa Abidin, saksi tak bisa memastikan dokumen yang dihancurkan. Saksi menurut Mustofa hanya bisa menyampaikan fakta bahwa sopir pribadi terdakwa Mardani Mogot alias Dani dan office boy Mus Muliadi, memasuki kantor PT Liga Indonesia setelah petugas memasang police line, pada Jumat 1 Februari 2019, dini hari.

“Terungkap dengan jelas tadi, bahwa klien kami, Pak Joko jelas mengatakan kepada Dani, jangan sampai menyentuh barang apapun di ruang Komdis PSSI yang kebetulan menempati salah satu ruangan di kantor PT Liga Indonesia,” bilang Mustofa dalam rilis yang diterima JawaPos.com.

Jokdri disangkakan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau menghilangkan barang untuk pembuktian serta menghalangi pemeriksaan dan penyelidikan dalam tindak pidana pengaturan skor. Dia didakwa dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 363, Pasal 236, Pasal 235, Pasal 232 dan Pasal 221 KUHP.

“Itu dengan gamblang menjelaskan bahwa, Dani memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang pribadi Joko Driyono yang berada di ruangan pribadinya. Terungkap juga, Dani sama sekali tidak memasuki ruang Komdis PSSI yang menjadi geledah oleh Satgas,” tandas dia.

Sebelumnya, Office boy (OB) Rasuna Park Office, Salim dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa kasus dugaan penghancuran barang bukti skandal pengaturan skor, Joko Driyono (Jokdri). Dalam kesaksiannya dia membenarkan diperintahkan untuk menghancurkan dokumen dengan mesin penghancur kertas.

Dokumen tersebut merupakan milik PT Liga Indonesia. “Dokumen keuangan yang lama bekas liga Indonesia. Dokumen yang sudah tidak dipakai” ujar Salim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Meski begitu, Salim menegaskan perintah tersebut bukan datang dari Plt Ketua Umum PSSI itu, melainkan datang dari Subekti yang sekarang menjabat sebagai staf keuangan Persija. “Dulu dia (Subekti) kasir PT liga. Sekarang dia di Persija,” jelasnya.

Salim menuturkan, perusakan dokumen dilakukan pada Rabu (30/1) pukul 08.00 hingga hari Kamis. Namun pengerjaan tugas tersebut sempat terhenti karena listrik kantor sempat padam.

Dengan kondisi ruangan yang gelap, dia pun tak bisa membersihkan sisa potongan kertas yang telah dihancurkan. “Masih ada sisa karena saat itu mati lampu. Jadi masih ada sampah yang belum terbuang,” terangnya.

Di sisi lain, Salim mengatakan tidak tahu menahu soal keterkaitan dokumen tersebut dengan kasus dugaan pengaturan skor. Dia hanya mengerjakan perintah tanpa menanyakan kepada Subekti alasan dokumen tersebut dihancurkan. “Saya tidak tahu menahu, saya hanya terima perintah saja,” imbuhnya.

Jokdri sendiri membantah meminta anak buahnya untuk menghancurkan barang bukti yang berada di Rasuna Office Park menggunakan mesin perusak kertas. Hal itu disampaikannya saat diberi kesempatan oleh Majelis Hakim untuk memberi tanggapan atas keterangan saksi.

“Pertama beberapa fakta yang disampaikan kami mengerti, tapi kami tidak menyetujui asumsi. Termasuk fakta tentang perintah saya untuk menghancurkan barang bukti. Termasuk penggantian CCTV,” kata Jokdri.

Diketahui, Joko didakwa dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP poin ke-3 dan ke-4, Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, subsider Pasal 232 juncto Pasal 235 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Joko ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor. Di diduga menjadi aktor intelektual di balik penghancuran sejumlah dokumen saat kantor PT Liga Indonesia (LI) disegel penyidik Satgas Anti Mafia Bola, pada 31 Januari 2019 lalu.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Indra Eka Setiawan



Close Ads