alexametrics

Pejabat Kemenpora Lunasi Cicilan Rumah dari Dana Hibah KONI

29 April 2019, 15:15:21 WIB

JawaPos.com – Ada fakta baru yang terungkap dalam sidang dugaan korupsi dana hibah KONI. Pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo meminta cicilan rumahnya dilunasi.

Permintaan pelunasan cicilan rumah itu dikemukakan oleh Staf Kemenpora Eko Triyanto saat menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus suap dana hibah KONI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4). Eko Triyanto menjadi saksi untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy selaku Sekjen KONI.

Di dalam sidang Eko menuturkan, dirinya sempat diminta Adhi Purnomo untuk membantu membelikan mobil. Penjelasan itu ketika dia ditanyakan soal ditemukannya uang senilai Rp 230 juta. Uang itu ditemukan ketika Eko, Adhi, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Uang senilai Rp 230 juta itu awalnya akan diberikan kepada Adhi, namun langkahnya terbentur oleh OTT KPK.

“Memang udah dari bulan September Pak Adhi minta bantuan ke saya untuk dibelikan mobil yaris. Ya udah nanti saya kasih tahu ke Pak Sekjen. Tapi, berikutnya Adhi enggak minta mobil, malah uang saja buat cicilan rumah,” ujar Eko dalam kesaksiannya.

Lebih jauh Eko menuturkan, setelah bertemu Adhi malah meminta dirinya untuk melunasi cicilan rumah. Pembelian mobil Toyota Yaris diurungkan. “Enggak usah mobil lah. Ini ajalah untuk cicilan rumah. Kan sekitar Rp 200 jutaan,” kata Eko menirukan ucapan Adhi

Sementara itu, Adhi yang juga bersaksi dalam persidangan membantah meminta untuk dibelikan mobil. Dia mengaku mempunyai cicilan rumah tiap bulannya harus dibayar Rp 5 juta.

“Saya enggak minta mobil Yaris, pak. Selama ini saya enggak punya mobil. Saya ditangkap pun saya pakai motor. Hanya ada keinginan aja, Pak. Sebulan itu kan saya harus cicil rumah Rp 5 juta,” beber Adhi.

Kendati demikian, Adhi tidak menampik jika dia dapat uang dari Eko yang akan dipergunakan untuk melunasi cicilan rumahnya. “Ya saya buat cicilan rumah pak kalau ada rezeki,” jelas Adhi.

Sebagaimana diketahui Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Jhony F Awuy didakwa telah memberi suap kepada Deputi IV Kemenpora Mulyana. Suap yang diberikan berupa uang Rp 400 juta, 1 unit mobil Toyota Fortuner VRZ TRD, dan 1 unit ponsel Samsung Galaxy Note 9

Pemberian itu dilakukan agar Mulyana memuluskan pencairan Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Dalam proposal itu KONI mengajukan dana Rp 51,52 miliar.

Selain itu, pemberian tersebut juga dilakukan guna memuluskan pencairan usulan kegiatan pendampingan dan pengawasan program SEA Games 2019 tahun anggaran 2018.

Keduanya didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads