alexametrics

Bermodal Dokumen Palsu, Kawanan Penipu Kelabui Ratusan Calon PNS

29 Maret 2018, 23:03:08 WIB

JawaPos.com – Kasus penipuan berkedok jaminan lolos seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lama beredar akhirnya berhasil digagalkan. Tiga orang ditahan petugas Polrestabes Semarang lantaran menjadi dalang di balik kejahatan ini.

Para tersangka yang kini ditahan oleh petugas adalah Maria Sri Endang, 59; Windu Prabowo,28 dan Herry Sucipto, 59.

Maria merupakan warga asal Kecamatan Tembalang dan Windu tinggal di Kecamatan Semarang Tengah. Sedangkan Herri pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat bertempat tinggal di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Ketiganya bisa digolongkan terdalam jaringan profesional. Pasalnya, aksi mereka tidak hanya dilakukan di sekitar Pulau Jawa Tengah saja, melainkan sampai Bandung; Surabaya; Lampung; Medan dan Bengkulu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji mengungkapkan bahwa, aksi mereka sudah dijalankan sejak 2012 silam. Terhitung sudah ada 14 korban yang telah melapor kepada pihaknya.

Walau pun begitu, Abi sapaan akran Abioso meyakini korban dari aksi penipuan Maria dan komplotannya bisa mencapai lebih dari jumlah pelaporan.

“Korbannya sudah ratusan, hanya saja yang melapor baru 14 orang,” kata Abi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (29/3).

Kapolrestabes melanjutkan, berdasarkan laporan dari ke-14 korban, kerugian ditafsir mencapai Rp 4,9 miliar lebih. Menurut Abi, tak sedikit dari korban tertipu oleh aksi Maria dan kawan-kawan, lantaran mereka memiliki semacam surat keterangan resmi berlabel dari Kementrian tertentu.

Tak hanya suratnya, bahkan komplotan ini juga punya amplop beserta stempel resmi yang membuat para korban semakin terperdaya oleh modus Maria dan komplotannya.

“Jadi, setelah para korban memberikan nominal uang tertentu, para tersangka akan memberikan surat edaran resmi kepada korban. Surat tersebut berisikan keterangan untuk menunggu panggilan selanjutanya,” tambah Abi.

Sementara itu, tersangka Maria ternyata masih banyak memiliki bawahan untuk menyukseskan aksi penipuannya. Maria menarik tarif untuk lulusan SMA sebesar Rp 150 juta untuk lolos tes CPNS

Sedangkan untuk lulusan sarjana, Maria meminta nominal sebesar Rp 200 Juta hingga Rp 250 juta. “Kadang saya minta lebih. Saya dapatkan stempel, surat dan amplop resmi itu dari rekan saya yang bekerja di kementrian. Dia namanya, Simanjutak,” kata Maria kepada Abi dan wartawan.

“Namun sesudah dibayarkan, janji tak kunjung ditepati. Para korban sempat diajak ke Jakarta dinyatakan akan diikutkan pendidikan CPNS. Tapi itu akal-akalan, kenyataannya korban dikembalikan lagi ke tempat asalnya dan tak pernah diangkat jadi PNS,” sela Abi.

Mengenai peran masing-masing tersangka, Maria menjelaskan bahwa ia bertugas langsung menerima uang dari para korban. Kepada korbannya, ia mengaku dirinya bekerja sebagai karyawan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mengelabui mangsanya.

Sementara Windu bertugas memberikan penjelasan kepada para korban dan menyerahkan surat keputusan (SK) yang diduga palsu. “Sedangkan Herry, menghubungkan dan mendampingi korban dengan saya,” lanjut Maria.

Terkait penangkapan ketiganya, Abi kembali mengungkapkan tindakan petugasnya berupa penyelidikan didasarkan pada keterangan belasan pelapor tadi. Maria dan gerombolannya diamankan secara terpisah di kediaman masing-masing pekan lalu.

Untuk barang bukti sendiri, Abi bilang petugasnya mengamankan sejumlah berkas alias dokumen palsu lengkap beserta materainya. Tumpukan kertas-kertas itulah yang digunakan untuk memperdayai mangsanya.

Adapun anak Maria bernama Wisuda Sunyoto alias Wiwis kini menjadi buronan Polrestabes Semarang. Melalui hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, Wiwis ikut terlibat dan menjadi salah satu otak di balik aksi penipuan ini.

Atas kasus ini, Maria beserta dua orang lainnya akan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun kurungan.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (gul/JPC)

Bermodal Dokumen Palsu, Kawanan Penipu Kelabui Ratusan Calon PNS