alexametrics

Jika Mangkir Lagi, Polisi akan Jemput Paksa Edy Mulyadi

29 Januari 2022, 13:31:56 WIB

JawaPos.com – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya telah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Edy Mulyadi terkait kasus ujaran kebencian ‘jin buang anak’ dan Menhan Prabowo Subianto ‘macan yang mengeong’.

Ramadhan mengatakan pemanggilan kedua itu dijadwalkan pada Senin, 31 Januari 2022. Eks caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini masih diperiksa sebagai saksi. “Jadi nanti hari Senin tanggal 31 januari 2022. Kita akan menunggu,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (29/1).

Ramadhan mengatakan pihaknya juga telah mengirimkan surat panggilan kedua terhadap Edy Mulyadi untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri. “Jadi tadi surat panggilan langsung diantar ke rumah dan yang menerima adalah istri beliau disertai dan ditunjukan dengan surat perintah membawa,” katanya.

Namun demikian, Ramadhan mengatakan jika panggilan kedua nanti Edy Mulyadi tidak hadir memenuhi panggilan. Maka pihak kepolisian akan melakukan penjemputan paksa.

“Bila yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan yang kedua maka penyidik akan menjemput dan membawa yang bersangkutan ke Bareskrim Polri,” tegasnya.

Sebelumnya, eks caleg PKS yang juga pegiat media sosial Edy Mulyadi pada Jumat (28/1) tidak memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri guna dilakukan pemeriksaan.

Diketahui, sosok Edy Mulyadi sedang ramai diperbincangkan di media sosial karena menghina Kalimantan dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dalam video yang viral tersebut, eks caleg PKS Edy Mulyadi diduga mengatakan bahwasanya Kalimantan adalah tempat ‘jin membuang anak’. “Bisa memahami enggak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” ujarnya.

Ditambah lagi muncul cuplikan video Edy Mulyadi yang mengatakan jika pasar ibu kota negara baru tersebut adalah kuntilanak dan genderuwo. “Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak genderuwo ngapain bangun di sana,” ujarnya.

Pada momen yang sama, Edy juga menyebut Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai ‘macan yang mengeong’ karena tidak paham soal penduduk masa depan IKN. Menurut dia, IKN akan didominasi oleh masyarakat asal Tiongkok.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads