alexametrics

Bungkam soal Motif Penyerangan Novel, Argo: Tunggu Saja di Sidang

28 Desember 2019, 17:00:47 WIB

JawaPos.com – Motif penyiraman air keras kepasa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sampai saat ini tak kunjung jelas. Meskipun sudah ada dua tersangka yang diamankan, Polri tak kunjung mengungkap secara tegas alasan pelaku menyerang Novel.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, motif memang sudah ditanyakan saat pemeriksaan terhadap dua tersangka. Termasuk kronologi penyiraman. Namun, dia mengatakan akan membuka fakta tersebut dalam persidangan di pengadilan.

“Polisi itu bukannya untuk menghakimi bukan, tapi membuktikan. Makanya hasil daripada pembuktian ini akan digunakan di sidang pengadilan,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12).

“Nanti tunggu saja, ya. Yang penting semua peristiwa ini kami tanyakan semuanya. Dan nanti akan kami tetapkan di sidang pengadilan,” imbuhnya.

Begitu pula saat disinggung kronologi penangkapan dua tersangka tersebut, Argo juga tak menjelaskannya. “Yang penting, yang bersangkutan kami amankan ke Polda Metro Jaya ya, gitu,” imbuhnya.

Sebelumnya, dua tersangka penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim Polri. Keduanya terlihat keluar dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.35 WIB.

Dua tersangka tersebut terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Tangan keduanya diborgol rapat. Sejumlah aparat kepolisian tampak mengawal pemindakan tahanan tersebut.

Tak banyak kata yang dilontarkan oleh mereka saat diserbu pertanyaan oleh awak media. Mereka langsung bergegas diring ke mobil petugas. Namun, RB sempat berujar bahwa dia tega menyerang Novel atas dasar ketidaksukaan.

“Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel, karena dia pengkhianat,” kata RB, Sabtu (28/12). Namun, dia tak menjelaskan kata pengkhianat yang diucapkannya.

Setelah pemeriksaan intensif 1×24 jam, penyidik memutuskan langsung melakukan penahanan kepada dua tersangka tersebut. “Kami tahan 20 hari ke depan, dan tentunya juga nanti masih proses-proses penyelidikan yang lain. Nanti penyidik segera menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan


Close Ads