JawaPos Radar

Setya Novanto Akhirnya Buka Suara, Begini Katanya Soal Tudingan KPK

28/12/2017, 14:50 WIB | Editor: Kuswandi
Setya Novanto
Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi e-KTP yang melilitnya, di PN Tipikor Jakarta (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kondisi terdakwa dugaan kasus korupsi e-KTP Setya Novanto jauh membaik ketika mengikuti sidang lanjutan perkara yang melilit dirinya di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, hari ini. Bahkan kini dia mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan. Adapun sidang kali ini beragendakan jawaban Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).

Novanto menilai, penghitungan kerugian negara dalam perkara yang menyeretnya tidaklah benar. "Nggak benar itu," tegasnya usai menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (28/12).

Hal ini karena menurut Novanto karena Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak menghitung penerimaan uang yang diduga diterimanya sebesar USD 7,3 juta. Lalu, penerimaan uang yang dilakukan oleh Chaerles Susanto Ekapradja sejumlah USD 800 ribu, dan penerimaan uang oleh Tri Sampurno sebesar Rp 2 juta. Sementara diketahui berdasarkan audit BPKP, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi e-KTP totalnya 2,3 triliun.

Setya Novanto
Setya Novanto di sela-sela sidang perkara terkait kasus yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta, Jumat (20/12) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Novanto juga menjawab soal bagaimana nama-nama yang hilang dalam surat dakwaannya. Seperti nama Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Olly Dondokambey. "Nanti kita lihat perkembangan berikutnya," pungkas Ketua DPR nonaktif itu.

Sekadar informasi, dalam sidang hari ini, Novanto pun tampak bugar. Saat masuk ke ruang pesakitan dia terlihat melontarkan senyum. Saat sidang berlangsung, Novanto yang didampingi Idrus Marham dan istrinya, Deisti Astriani Tagor tampak saksama mendengarkan jawaban JPU KPK. Mengenakan batik cokelat dan kacamata, dia terlihat serius tidak tidur seperti persidangannya di awal Desember lalu.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up