alexametrics

Pembantaian Kelompok Ali Kalora Tewaskan 4 Orang dan Bakar 7 Rumah

28 November 2020, 13:32:24 WIB

JawaPos.com – Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyebut kasus penyerangan kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) menewaskan 4 orang. Hal ini diketahui berdasarkan pemeriksaan langsung oleh Anggota Polsek Palolo di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Di TKP Anggota Polsek Palolo menemukan mayat dan 7 rumah warga dalam kondisi terbakar,” kata Awi kepada wartawan, Sabtu (28/11).

Awi mengatakan, Polres Sigi telah melakukan olah TKP pada Jumat (27/11) pukul 18.00-23.00 WITA. Selanjutnya jenazah telah dievakuasi untuk dilakukan otopsi.

“Ada 5 saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang lebih 10 OTK (orang tidak dikenal), 3 orang bawa senpi, laras panjang 1 dan 2 senpi genggam,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku penyerangan dipastikan bagian kelompok MIT. “Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora dan kawan-kawan,” jelas Awi.

Polri menghimbau masyarakat tidak khawatir usai penyerangan ini. Pasukan dari Satgas Tinombala sudah dikerahkan untuk mengejar para pelaku dan melakuka penjagaan di wilayah yang diserang.

Sebelumnya, kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diduga telah melakukan pembantaian terhadap sebuah keluarga di Pegunungan Kebun, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11) sekitar pukul 13.00 WITA. Dua orang dinyatakan tewas dalam peristiwa ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Aco, warga Lembon Tongoa, Kabupaten Sigi. Aco mendapat informasi tersebut dari Ulin, salah satu anggota keluarga yang dibantai kelompok MIT.

Saat itu Ulin mengatakan jika ayahnya, Yase dan suaminya, Pino menjadi korban pembunuhan kelompok MIT. Beberapa orang yang diduga kelompok MIT itu mendatangi rumah Ulin di Pegunungan Kebun sekitar pukul 09.00 WITA.

“Beberapa OTK tersebut saat itu menyandera keluarganya dan terlihat telah melakukan pembunuhan terhadap Yase dan Pino,” kata Argo kepada wartawan, Sabtu (28/11).

Berdasarkan keterangan Ulin, ayah dan suaminya tewas dengan cara dipenggal kepalanya. Sedangkan ibunya terlihat hanya terluka namun masih hidup. Ulin kemudian lari menyelamatkan diri ke Desa Lembontongoa dan menyampaikan kejadian tersebut kepada saksi Aco.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: