JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hakim Pemutus Perkara si Seksi RF Kena OTT KPK, Kariernya Mulus Juga

28 November 2018, 19:13:54 WIB
Roro Fitria
Perkara narkoba yang menjerat selebritis cantik Roro Fitria termasuk menjadi salah satu kasus yang diputus hakim RIW. (instagram Roro Fitria)
Share this

JawaPos.com - Hakim berinisial RIW dan I jadi sasaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Operasi senyap tersebut berkaitan dengan penerimaan suap terkait kasus perdata yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

RIW yang merupakan kelahiran Magelang, 5 Mei 1958 ini merupakan hakim senior di lembaga peradilan. Kariernya sebagai seorang hakim telah banyak memutus perkara penting, salah satunya kasus narkoba yang menjerat artis selebritis seksi Roro Fitria (RF).

Diketahui, RIW juga merupakan alumni hukum Universitas Diponegoro, dia kemudian mendaftar sebagai calon hakim PN Kudus pada 1988-1992. Kemudian dia mendapat promosi sebagai hakim PN Kuala Kapuas pada 1992-1998.

Dia pun kemudian dirotasi untuk bertugas di PN Pangkalanbun pada 1998-2001. Setelah itu menjadi hakim PN Mungkid selama enam tahun sejak 2001-2006. Kemudian RIW mendapat promosi untuk menjadi hakim di PN Jember pada 2006-2008.

Kariernya pun sebagai hakim semakin mulus, RIW menjadi Wakil Ketua PN Sarolangun pada 2008-2009. Kemudian diangkat menjadi Ketua PN Sarolangun. Hingga akhirnya RIW bertugas sebagai hakim di PN Jakarta Selatan.

Sementara itu, target satunya, I merupakan hakim senior berstatus madya utama di lingkungan PN Jakarta Selatan. Nasib keduanya nahas tertangkap operasi senyap lembaga antirasuah.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan terkait adanya OTT yang meringkus enam orang dari undue hakim, panitera dan advokat. "Benar ada giat tadi malam sampai dini hari, di Jakarta. terkait dengan penanganan perkara perdata di PN Jakarta Selatan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/11).

KPK akan menaikan status enam orang yang terseret operasi senyap dalam waktu 1x24 jam. Saat ini masih proses pemeriksaan intensif penyidik KPK.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini