alexametrics

PKS Desak Pemerintah Usut Tuntas Pelaku Penembakan Mahasiswa Kendari

28 September 2019, 09:52:10 WIB

JawaPos.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO), Ananda Randi dan Ananda Yusuf Kardawi. Kedua pemuda asal Kendari itu meninggal saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mendorong agar kasus tersebut diungkap secara transparan dan bertanggung jawab. Dia berahap, siapa pun pelaku yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa harus dihukum secara berkeadilan.

“Usut tuntas siapa pelaku penembakan tersebut. Siapa pun pelakunya harus mendapatkan hukum yang seadil-adilnya,” kata Sohibul, Sabtu (28/9).

Sohibul juga mendesak kepada aparat penegak hukum agar lebih cermat dan profesional dalam menangani aksi massa dengan tidak melakukan tindakan represif. Dia mengingatkan bahwa mahasiswa ialah warga negara yang harus dijamin keselamatan dan keamananya oleh negara.

“Mereka adalah anak-anak kita yang sedang memperjuangkan nilai-nilai yang mereka yakini kebenarannya. Seharusnya mereka mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan dalam menyampaikan aspirasi mereka bukan justru mendapatkan tindakan kekerasan apalagi sampai pada jatuh korban meninggal,” papar mantan ketua wakil ketua DPR RI ini.

Dia juga mengucapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya dua mahasiswa UHO. “Kami berduka cita atas gugurnya dua mahasiswa UHO. Kita berharap kepada semua pihak, baik gerakan protes mahasiswa maupun aparat penegak hukum sama-sama menahan diri,” tandasnya.

Untuk diketahui, dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi korban dalam demonstrasi di DPRD Sultra pada Kamis (26/9). Immawan Randi meninggal saat demonstrasi menolak RKUHP dan revisi UU KPK. Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu tewas ditembak di area dada kanan.

Lelaki berumur 21 tahun itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari. Di bawah tulang selangka bagian kanannya terdapat lubang diduga akibat luka tembak.

Kemudian pada Jumat (27/9), Muhammad Yusuf Kardawi dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani masa kritis usai melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Propinsi Sulawesi Tenggara. Yusuf dikabarkan mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.00 WITA.

Bagian kepala Yusuf mengalami luka parah sehingga harus menjalani operasi. Namun nahas, Yusuf tak bisa diselamatkan meski sudah mendapat penanganan medis.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads