JawaPos Radar

Kasus Pelebaran Jalan Nangka, Mantan Walkot Depok Jadi Tersangka

28/08/2018, 22:08 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Nur Mahmudi Ismail
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Kota Depok. Ia diduga terlibat dalam skandal korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). (instagram Hardiantono)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Kota Depok. Ia diduga terlibat dalam skandal korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan kabar tersebut. Menurutnya penetapan tersangka telah diputuskan sejak 20 Agustus 2018 lalu.

"Ya tanggal 20 Agustus statusnya sudah dinaikkan sebagai tersangka," ujar Argo saat dikonfirmasi oleh wartawan, Selasa (28/8).

Kenaikan status hukum ini setelah penyidik melakukan gelar perkara dugaan korupsi tersebut. Selain itu petugas juga memastikan telah mengantongi dua alat bukti cukup sebagai syarat penetapan tersangka yang sah.

"Setelah melalui gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup (maka statusnya menjadi tersangka)," sambungnya.

Dalam kasus ini, Nur Mahmudi tidak sendirian ditetapkan sebagai tersangka. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto pun turut menyandang status sama.

Dari hasil penyidikan sementara, kerugian yang ditimbulkan akibat kasus dugaan korupsi ini angkanya cukup fantastis. Negara ditaksir dirugikan sekitar Rp 10,7 miliar.

Sebagaimana diketahui, penyidik Polresta Kota Depok mulai memeriksa Nur Mahmudi sejak beberapa bulan lalu. Petugas pun telah memeriksa 30 saksi terkait kasus dugaan korupsi pelebaran jalan ini. Proyek ini sendiri masuk dalam tahun anggaran 2015 lalu. 

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up