Hakim yang Vonis Meiliana Ikut Dicokok KPK

28/08/2018, 15:19 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Meiliana bersama kuasa hukumnya, Ranto Sibarani. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Satu dari enam orang yang dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/8) adalah hakim yang memvonis Meiliana, terdakwa kasus penistaan agama di Tanjung Balai.

Dia adalah Wahyu Prasetyo Wibowo. Dia juga menjabat sebagai Wakil Ketua PN Medan. Selain Wahyu, KPK juga dikabarkan menangkap Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Hakim Sontan Meraoke Sinaga, Hakim Ad Hoc Tipikor Merry Purba, hingga panitera Elpandi dan Oloan.

KPK dikabarkan datang ke PN Medan di Jalan Pengadilan, Kota Medan, Selasa (28/8) pagi. Kedatangan lembaga Antirasuah itu bikin geger. "Iya (KPK)," kata Erintuah Damanik, Humas PN Medan.

Suasana Pengadilan Negeri Medan usai penangkapan empat hakim dan dua panitera (Prayugo/ JawaPos.com)

Dia juga menyatakan, sejumlah meja hakim sudah disegel. “Meja Sontan dan Merry sudah disegel,” tandas

Belum diketahui penyebab kasus penangkapan itu. Erintuah memilih irit bicara. Para petinggi PN Medan itu dikabarkan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun Kasipenkum Kejati Sumut belum mendapat kabar ada KPK yang datang ke kantornya di Jalan Sisingamangaraja.

"Sampai saat ini belum ada kabar mau dibawa ke mari," kata Sumanggar kepada JawaPos.com lewat sambungan telepon.

Untuk diketahui, Hakim Wahyu menghukum Meiliana dengan kurungan 18 bulan penjara karena dinyatakan bersalah dan melanggar perbuatan yang diatur dalam Pasal 156A KUHPidana.

Sebelumnya, Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap yang dilakukan di wilayah Sumatera Utara pada Selasa (28/8).  

"Ada OTT di Medan, Hakim PN Tipikor Medan," terang sumber JawaPos.com di KPK. Senada dengan sumber pertama, sumber kedua pun membenarkan ihwal adanya OTT tersebut.

Dalam OTT itu, KPK juga dikabarkan menyita barang bukti uang diduga yang diperoleh dari penyuap kepada hakim. Namun, berapa nominal duit suap dan apa motif pemberian suap terhadap oknum hakim di PN Medan, sumber tersebut belum bersedia membeberkan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sudah membenarkan penangkapan oknum hakim di PN Medan. "Ya benar, ada kegiatan tim penindakan di Medan dalam beberapa hari ini. Tadi pagi, Selasa 28 Agustus sampai siang ini, setidaknya 8 orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Basaria ketika dikonfirmasi.

(ce1/pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi