JawaPos Radar

Di-OTT KPK, Ini Perkara yang Diduga Dimainkan Sejumlah Hakim PN Medan

28/08/2018, 16:59 WIB | Editor: Kuswandi
Barbuk OTT
Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan menangkap sejumlah hakim PN Medan. Penangkapan yang dilakukan pada Selasa (28/8) pagi, dilakukan karena sejumlah hakim tersebut diduga memainkan sebuah perkara untuk mendapatkan imbalan mendapat pundi-pundi rupiah.

"Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan tipikor (tindak pidana korupsi) di Medan," terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, perkara yang diduga dimainkan yakni perihal perkara dugaan tindak pidana korupsi lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 atas terdakwa Tamin Sukardi,74.  

Gedung KPK
Gedung KPK Merah Putih (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Dalam kasus tersebut, pada Senin (27/8) kemarin, Tamin sendiri telah divonis 6 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Selain itu, Tamin juga diwajibkan membayar uang Pengganti senilai Rp 132,4 miliar. Tamin dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHAPidana.

Padahal dalam kasus tersebut, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut Tamin Sukardi dengan hukuman selama 10 Tahun Penjara, denda 500 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan dan meminta lahan eks HGU dikembalikan ke Pemprov Sumatera Utara.

"Penyuapan dilakukan melalui seorang lawyer," kata sumber JawaPos.com, di Jakarta, Selasa (28/8).

Demi mengamankan kasusnya, pihak penyuap rela menggelontorkan pelicin dalam bentuk mata uang dolar Singapura."Kalau dikonversi ke rupiah nilainya miliaran," imbuh sumber JawaPos.com lain.

Saat ini, para pihak yang telah diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Nantinya, usai dilakukan pemeriksaan, para pihak tersebut akan diterbangkan ke markas KPK di Jakarta, guna ditentukan status hukumnya.

 

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up