alexametrics

Otopsi Ulang Jenazah Brigadir Yosua Hadapi Kendala

Jenazah Sudah Masuk Fase Membusuk
28 Juli 2022, 09:13:18 WIB

JawaPos.com – Dokter forensik dan kepolisian telah melakukan ekshumasi atau otopsi ulang terhadap jasad Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Dalam proses otopsi ulang itu pihak dokter forensik menyebut menghadapi sejumlah kendala.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia Ade Firmansyah Sugiharto menyebut, kendala itu karena jenazah sudah memasuk fase pembusukan setelah dikubur.

“Sesuai dengan apa yang kami perkirakan sebelumnya bahwa otopsi pasti memiliki beberapa kesulitan. Pertama, tentunya otopsi jenazah sudah diformalin dan sudah mengalami beberapa derajat pembusukan yang memang kita antisipasi akan terjadi,” kata Ade Firmansyah Sugiharto, Kamis (28/7).

Kendati demikian, Ade memastikan proses otopsi tetap bisa dijalankan. Tim dokter berhasil mengidentifikasi sejumlah luka. Saat ini sampel luka akan diperiksa menggunakan mikroskopik untuk memastikan.

“Di sini ya setelah kami lakukan pemeriksaan, semua sampel telah kami kumpulkan dan akan kami bawa ke Jakarta untuk kita periksa secara mikroskopik di laboratorium patalogi anatomik RSCM,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium tentu membutuhkan waktu. Sampel harus benar-benar dipastikan luka tersebut terjadi setelah kematian atau sebelum.

“Semua nanti hasil pemeriksaan tentunya membutuhkan waktu kongklusinya adalah setelah adanya pemeriksaan laboratorium untuk mematikan apa itu betul-betul luka atau tidak karwna pada saat terjadi pembusukan tentunya kita harus sangat berhati-hati,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Mabes Polri menyebut telah terjadi insiden baku tembak antara sesama anggota polisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, di kompleks perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Aksi tembak menembak itu dilakukan oleh Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E. Keduanya merupakan ajudan dari Irjen Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadivpropam Polri.

Akibat insiden polisi tembak polisi itu, Brigadir Yosua tewas akibat terkena sejumlah luka tembak. Kini kasus itu ditangani oleh tim khusus dari Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Untuk melihat kejadian sebenarnya dari aksi tembak menembak itu, Komnas HAM pun melakukan penyelidikan lebih mendalam. Semua saksi dan pihak terlibat dalam kejadian itu diperiksa, termasuk Bharada E.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua