alexametrics

Lokasi Tes PCR Irjen Ferdy Sambo Belum Terungkap

28 Juli 2022, 14:33:05 WIB

JawaPos.com – Di Jakarta, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melanjutkan penyelidikan kasus kematian Brigadir Yosua dengan meminta keterangan pihak laboratorium forensik (labfor) dan Siber Polri. Hasilnya, Komnas HAM memperoleh petunjuk anyar berupa rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian sebelum insiden penembakan Yosua.

Secara umum, Komnas HAM mendapatkan penjelasan soal ponsel, video dari dekoder CCTV, dan hasil cell dump dari pihak labfor dan siber.

Total, ada 20 video yang diperlihatkan. Video-video itu berasal dari CCTV yang tersebar di 27 titik. Mulai Magelang, Jawa Tengah; Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan; hingga RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M. Choirul Anam menjelaskan, dari video tersebut secara umum tergambar bahwa Yosua tiba dari Magelang sampai di Duren Tiga dalam kondisi hidup. Namun, Anam tidak menyebutkan pukul berapa Yosua tiba, termasuk posisi terakhirnya. ”Yang paling penting, yang kami lihat mendiang Yosua masih hidup,” terangnya.

Merujuk data yang dihimpun Jawa Pos, Yosua beserta rombongan, termasuk Putri Candrawati (istri Ferdy Sambo), terpantau tiba di kediaman Umah Saguling III pada pukul 15.30. Sambo tiba lebih dulu di rumah yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

Anam mengungkapkan, dari puluhan video itu pihaknya juga mendapatkan fakta bahwa Yosua dan Putri Sambo sempat menjalani tes PCR. Lagi-lagi, Anam belum mau membocorkan keterangan waktu dan tempat aktivitas tersebut dilakukan. ”Yang kelihatan di video itu semua di-PCR. Salah satunya adalah memang mendiang Yosua,” ujar Anam.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos, Yosua dan Putri Sambo menjalani tes PCR selang beberapa menit setelah tiba di Umah Saguling III. Anam menyampaikan, Bharada E juga terlihat mengikuti tes PCR tersebut. ”(Lokasi tes PCR, Red) Pak Sambo nanti di video lain. Di pemeriksaan Pak Sambo nanti ditanyakan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam konferensi pers pada 11 Juli lalu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut Sambo tidak berada di TKP saat Yosua ditembak Bharada E. Menurut Ramadhan, Sambo sedang menjalani tes PCR Covid-19. Namun, tidak disebutkan lokasi Sambo menjalani tes tersebut.

Anam menuturkan, pihaknya kembali mengundang pihak labfor dan siber minggu depan guna melengkapi kebutuhan video yang lain. Dia menyatakan, pendalaman rekaman CCTV di Polri belum tuntas. ”Ada satu proses yang belum selesai. Kalau dipaksakan, kami periksa secara prosedur hukumnya nanti lemah,” jelasnya.

Anam menyebut penyelidikan kematian Yosua tinggal 20 persen lagi. Setelah semuanya rampung, dia berjanji memaparkan secara detail kronologi insiden penembakan di rumah Ferdy Sambo tersebut. ”Sekitar tinggal 20 persen lagi yang kami butuhkan untuk memperkuat terangnya peristiwa,” ungkapnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos, sederet petinggi Polri hadir di Komnas HAM kemarin. Di antaranya, Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep, Kadiv TIK Irjen Pol Slamet Uliandi, dan Plh Karopaminal Divpropam Brigjen Pol Anggoro Sukartono. Hanya, mereka enggan berkomentar tentang permintaan keterangan itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/c14/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua