alexametrics

Akuisisi Blok BMG Sudah Sesuai Proses Kajian Internal Pertamina

28 Maret 2019, 15:08:06 WIB

JawaPos.com – Pengadilan Tipikor Jakarta melanjutkan sidang dugaan korupsi proses akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG). Sidang yang berlangsung pada Kamis (28/3) itu menghadirkan para saksi yang berasal dari sejumlah mantan pegawai dan pegawai aktif PT Pertamina.

Di hadapan majelis hakim, pensiunan spesialis geokimia PT Pertamina Hardjo Basuki menjelaskan bahwa proses akuisisi Blok BMG yang sudah melalui kajian internal.

“Saya sebagai spesialis geokimia memastikan kalau di blok itu ada dapurnya. Dapurnya itu harus dipastikan sudah matang untuk menghasilkan migas,” ujar Hardjo kepada hakim. Adapun terdakwa dalam sidang dugaan korupsi proses akuisisi Blok BMG adalah Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan.

Akuisisi Blok BMG Sudah Sesuai Proses Kajian Internal Pertamina
Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Lebih jauh Hardjo menjelaskan, untuk menentukan kematangan itu dibutuhkan kajian berdasarkan sejumlah data. Antara lain, peta geologi mineral untuk melihat distribusi batuan di Victoria Selatan dan peta kontur struktur untuk melihat pola permukaan.

Data lainnya dalam kajian tersebut yakni pola stratigrafi yang menggambarkan urutan batuan dari yang paling tua ke paling muda. Hardjo pun menggunakan informasi soal geothermal gradient. “Itu yang memastikan saya bahwa si batuan induk itu sudah cukup matang,” paparnya.

Hasil itu kemudian dipresentasikan dan disetujui. Kemudian hasil kajian Hardjo tersebut digunakan sebagai syarat melakukan akuisisi Blok BMG.

Demikian juga dengan kesaksian Ahli Geofisika Pertamina Dr Waluyo. Dia mengaku sudah melakukan kajian mengenai upside potential. Upside potential adalah potensi yang masih harus dibuktikan dengan pengeboran.

“Sebagai ahli geofisika saya ditugaskan untuk menghitung besaran cadangan upside potential,” ungkap Waluyo kepada hakim.

Dari perhitungannya, Blok BMG diprediksi memiliki upside potential 10 juta barel. Hasil ini pun sudah dipresentasikan ke tim teknis akuisisi Blok BMG.

Sampai saat ini masih belum dilakukan pengeboran untuk membuktikan upside potential tersebut. Saat ini Blok BMG beroperasi menambang reserve potential alias potensi migas yang sudah terbukti dengan pengeboran.

Penjelasan para saksi itu berbeda dengan dakwaan jaksa. Dalam dakwaan jaksa sebelumnya menyebut, Karen secara bersama-sama dengan mantan Direktur Keuangan Pertamina Ferederick Siahaan dan mantan Direktur Merger dan Investasi Pertamina Bayu Kristanto telah mengakuisisi Blok BMG tanpa proses uji kelayakan dan kajian internal.

Hal itu kemudian dinilai mengakibatkan kerugian negara dan memperkaya PT Roc Oil Company Limited (ROC, Ltd) selaku operator Blok BMG sebesar Rp 568,06 miliar.

Karen didakwa telah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads
Akuisisi Blok BMG Sudah Sesuai Proses Kajian Internal Pertamina