alexametrics

Pernyataan Jaksa Agung Dinilai Tidak Adil dan Melawan Hukum

28 Januari 2022, 16:18:24 WIB

JawaPos.com – Pernyataan Jaksa Agung Burhanuddin soal korupsi yang hanya merugikan negara Rp 50 juta tidak harus diadili di persidangan, menuai kontroversi. Menurut Jaksa Agung, penyelenggara negara yang melakukan korupsi dengan nilai sebatas itu cukup mengembalikan kerugian negara.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai, pernyataan Jaksa Agung Burhanuddin tidak adil dan melawan hukum. Menurutnya, setiap perkara pidana harus diproses hukum meski kerugian negaranya kecil.

“Tidak adil dan melawan hukum, setiap perkara pidana harus diproses berapa pun kerugiannya. Pidana itu mengadili perbuatannya bukan ganti rugi,” kata Fickar kepada JawaPos.com, Jumat (28/1).

Akademisi Universitas Trisakti ini menegaskan, sanksi utama atas perbuatan pidana adalah hukuman penjara. Selain itu, ada juga pidana denda untuk menutupi kerugian keuangan negara.

“Jika, pengembalian kerugian negara menghapus pidananya, maka orang mencuri dianggap meminjam uang, (itupun) jika ketahuan. Ini jelas bertentangan dengan tujuan penegakan hukum pidana,” ungkap Fickar.

Dia mengatakan, pidana badan harus dilakukan agar hukum tidak diperjualbelikan. Menurutnya, jika pernyataan Burhanuddin itu diterapkan, dia yakin itu tidak akan menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi.

“Apalagi jika dikaitkan dengan tujuan penghukuman efek jera, jelas tidak akan tercapai karena bisa dibayar dengan uang,” tegas Fickar.

Diberitakan, Jaksa Agung Burhanuddin
menyatakan, telah meminta anggotanya untuk mengusut kasus-kasus korupsi di bawah Rp 50 juta dengan cara pengembalian kerugian negaranya saja. “Untuk tindak pidana korupsi kerugian keuangan negara di bawah Rp50 juta untuk diselesaikan dengan cara pengembalian kerugian keuangan negara,” ucap Burhanuddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/1).

Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan proses hukum secara cepat, sederhana, dan dengan biaya ringan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads