alexametrics
Letkol CPM Dono Kuspriyanto Tewas Ditembak

Serda Jhoni, Si Tentara Koboy Baru Saja Terima Izin Pegang Senpi

Pelaku Terancam Di-PTDH dari TNI
27 Desember 2018, 14:49:05 WIB

JawaPos.com – Insiden penembakan Letkol CPM Dono Kuspriyanto oleh Serda Jhoni Risdianto memantik pertanyaan bagaimana proses seleksi anggota TNI boleh membawa senpi di luar jam dinas. Terutama mudahnya Serda Jhoni menenteng senpi saat tidak berseragam dinas.

Kepala Subdinas Penerangan Umum (Kasubdispenum) TNI-AU Letkol Sus M. Yuris menyatakan, TNI masih memeriksa Jhoni secara mendalam, termasuk jenis senpi untuk menghabisi Dono. “Kami belum bisa menjelaskan secara detail senjata yang digunakan pelaku,” jelasnya.

Meski demikian, Yuris menjelaskan bahwa setiap anggota TNI wajib memiliki surat izin memegang senjata. Syaratnya, telah melewati serangkaian tes psikologi dengan ditunjukkan melalui surat izin membawa senjata.

Serda Jhoni, Si Tentara Koboy Baru Saja Terima Izin Pegang Senpi
Mobil dinas yang dikemudikan Letkol Dono Kuspriyanto. Mobil itu ditembak oleh Serda Jhoni Risdianto pada Selasa malam (25/12). (JAWA POS PHOTO)

Tes tersebut dimaksudkan untuk menilai kejiwaan calon pemegang senjata. Seorang anggota dinyatakan tidak boleh memegang jika mengalami masalah keluarga, memiliki penyakit kronis, serta mengalami gangguan kejiwaan atau depresi. Tes dilakukan setahun sekali karena kejiwaan setiap orang berbeda dan dapat berubah-ubah.

Menurut Yuris, Jhoni sudah mengantongi izin memegang senpi yang terbit pada November 2018 dan berlaku hingga November 2019. “Pelaku menjalani tes psikologi pada Mei 2018 dan hasilnya keluar berupa surat izin memegang senjata pada November,” imbuhnya. Meski demikian, Yuris tidak menjelaskan secara detail batasan-batasan ke mana saja senpi tersebut boleh dibawa Jhoni, termasuk saat di luar jam dinas.

Yuris menegaskan, Jhoni akan menjalani penyidikan secara militer. Dia dikenai sangkaan pasal 338 KUHP Militer dengan bunyi ”barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun sampai diberhentikan secara tidak hormat.”

Yuris menyesalkan insiden penembakan tersebut. Dia juga berharap peristiwa serupa tidak terjadi di lain waktu atau selamanya. ”Dengan alasan apa pun, menyelesaikan masalah dengan kekerasan, apalagi dengan menggunakan senjata api, tidak dibenarkan,” ungkapnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wib/c19/agm)



Close Ads
Serda Jhoni, Si Tentara Koboy Baru Saja Terima Izin Pegang Senpi