alexametrics

Hadapi KKB, Tito: Kita Tarik Benang Dalam Tepung

27 Desember 2018, 14:03:18 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak mau gegabah menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pihaknya enggan terjebak dengan propaganda yang dibuat oleh kelompok tersebut.

Ia menjelaskan, pembantaian di Distrik Yigi tak terlepas dari rentetan aksi yang dilakukan KKB sebelumnya. Bermula pada Pilkada serentak 2018 lalu, ketika KKB menembaki pesawat sipil yang akan turun di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Aksi mereka pun direspon TNI-Polri yang mengirim langsung personel untuk memukul balik kelompok kriminal itu. Beberapa anggota Polri terluka dan dari pihak mereka ada yang tewas. Setelah Kenyam berhasil dikuasai, operasi yang dijalankan adalah penegakkan hukum dengan didukung TNI.

“Setelah itu mereka bergerak pindah-pindah, lari terus, dikejar oleh penegak hukum, mereka pindah dari gunung ke gunung, bukit ke bukit, hutan ke hutan,” tutur Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12).

Terakhir, kelompok yang dipimpin Egianus Kagoya itu terdeteksi di Distrik Yigi. Puncaknya pada 1 Desember 2018 yang merupakan peringatan hari deklarasi Operasi Papua Merdeka (OPM).

Biasanya, mereka melakukan aksi, paling ringan bendera dikibarkan tapi kalau bisa mereka menyerang TNI-Polri. Tujuannya untuk mengeksplooitasi masalah supaya menjadi isu nasional dan internasional. “Mereka berhasil. Kadang-kadang kami ikut genderang mereka. Setelah itu ke mana tujuannya, dialog,” imbuhnya.

Selain membawa isu nasional menjadi internasional, tujuan KKB melakukan penyerangan untuk membuat gerakan lebih masif. Ketiga memancing aksi eksesif akibat balasan dari pemerintah.

Aksi tersebut menjadi olahan baru bagi mereka untuk mengarah kepada pelanggaran HAM berat oleh pemerintah Indonesia. “Oleh karena itu kami harus menarik benang dalam tepung,” sebut Tito dalam perumpamaan.

Ya, pihaknya tidak mau terseret arus permainan KKB. Kendati kemarin belasan pekerja dibantai, Polri tidak boleh emosional. Agar propaganda yang dibuat KKB nantinya tidak mengaburkan kekejian perilaku mereka yang sebenarnya di mata dunia.

Untuk itu, Polri mengambil langkah melakukan pengejaran dalam rangka penrgakkan hukum. “Tidak boleh emosional, kami lakukan penegakkan hukum terbatas,” tegas Tito.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu berpendapat akar masalah utama di Papua sebenarnya kesejahteraan. Berkaca kepada wilayah Kepala Burung (Manokwari) yang merupakan daerah munculnya gerakan OPM.

Namun kini, situasi di Manokwari justru kondusif dengan meningkatkannya kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, problematika yang ada di tengah pegunungan seperti Kabupaten Nduga ini menurutnya juga masalah ekonomi karena wilayahnya terisolasi.

“Oleh karena itu presiden berkeras bangun Trans Papua, yang bisa mengkoneksikan Papua sehingga logistik, biaya ekonomi rendah di sana,” pungkas Tito.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)



Close Ads
Hadapi KKB, Tito: Kita Tarik Benang Dalam Tepung